Amenorrhoea

Perawatan Amenorrhoea

Penanganan perawatan amenorrhoea tergantung dari penyebab yang mendasari timbulnya kelainan menstruasi ini. Pada beberapa kasus, perawatan sederhana dengan cara mengonsumsi pil kontrasepsi hormonal atau terapi hormonal lainnya dapat mengatasi amenorrhoea.

Perawatan Amenorrhoea biasanya baru perlu dilakukan jika penyebabnya bukanlah amenorrhoea fisiologis normal seperti kehamilan, menyusui, menopause atau keterlambatan pubertas. Kondisi amenorrhoea pada kasus ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya.

Namun kalau penyebabnya adalah karena indung telur tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka Anda mungkin akan diminta mengonsumsi suplemen hormon tertentu.

Jika pemicunya adalah masalah kelainan struktur anatomi organ reproduksi seperti kelainan bentuk vagina, maka mungkin Anda perlu menjalani perawatan dalam bentuk tindakan operasi.

Bila menopause atau histerektomi yang menyebabkan gangguan metabolisme estrogen di dalam tubuh merupakan tersangkanya, maka dokter akan memberikan obat-obatan untuk mencegah komplikasi akibat rendahnya kadar estrogen dalam tubuh.

Perawatan Amenorrhoea juga tergantung dari beberapa penyebab berikut:

  • Stres– dokter mungkin akan meminta Anda untuk berkonsultasi pada psikiater/ psikolog agar Anda mendapatkan terapi manajemen stres yang lebih menyeluruh.
  • Obesitas– dokter akan meminta Anda menjalankan program pengaturan diet dan pola makan serta olahraga teratur agar berat badan Anda turun.
  • Latihan olahraga berlebihan– Anda mungkin harus mengatur kembali jadwal latihan agar siklus menstruasi kembali lancar. Hal ini dikarenakan berlatih terlalu keras lebih dari 8 jam dalam seminggu bisa mengganggu siklus menstruasi.
  • Sindrom polisistik ovari – pemberian obat seperti  metformin atau clomiphene,  bisa membantu meregulasi siklus menstruasi.
  • Tumor pada indung telur, rahim, atau kelenjar pituitari – tentu saja perawatannya tergantung dari tipe dan lokasi dimana kista atau tumor itu berada. Apabila diperlukan, dalam kasus ini, tindakan pembedahan akan dilakukan.
  • Anoreksia nervosa– pada wanita dengan kondisi ini yang ditandai dengan kehilangan massa tubuh secara berlebihan, siklus menstruasi bisa dikembalikan normal dengan cara mengembalikan berat tubuh yang normal melalu perawatan dan pola makan yang seimbang

Pada wanita yang mengalami kegagalan ovarium prematur (usia kurang dari 40 tahun) hingga sebelum usia menopause normal, maka disarankan untuk melakukan terapi penggantian hormon (HRT- Hormone Replacement Therapy). Pada kasus wanita dengan keterlambatan siklus menstruasi (masa pubertas telat) perlu pendampingan supaya mereka merasa tenang dalam waktu observasi hingga timbulnya siklus menstruasi secara alami.

Sebenarnya masih banyak metode penanganan lainnya, namun semua itu kembali lagi kepada apa yang menjadi penyebab utama seorang wanita menderita Amenorrhoea.