Amenorrhoea

Pengobatan Amenorrhoea

Pengobatan amenorrhoea sangat tergantung dari penyebab kondisi ini. Setelah faktor penyebab sudah ditemukan, pengobatan langsung diarahkan untuk mengoreksi penyakit yang mendasarinya sehingga dapat diharapkan kembali normalnya siklus menstruasi setelah penyakit tersebut diatasi.

Kalau penyebabnya adalah karena gaya hidup yang tidak tepat dan seimbang, misalnya karena merokok, alkohol, pola makan yang tidak tepat, kurang gizi, olahraga berlebihan, obesitas, atau lainnya, maka pengobatan amenorrhoea dapat dilakukan sendiri, tanpa perlu bantuan obat-obatan atau operasi tertentu.

Namun kalau penyebabnya adalah beberapa hal berikut di bawah ini, maka penatalaksanaan amenorrhoea mungkin membutuhkan bantuan terapi obat-obatan atau bahkan tindakan operasi:

  • Hiperprolaktinemia

Pada kebanyakan wanita, menggunakan obat agonis dopamin seperti bromocriptine atau pergolide cukup efektif mengatasi hiperprolaktinemia dengan jalan mengembalikan fungsi endokrin ovarium normal dan ovulasi.

  • Rendahnya kadar estrogen

Terapi pengganti hormon yang terdiri dari estrogen dan progestin dapat menjadi solusi pada amenorrhoea akibat ketidakseimbangan estrogen.

  • Sindrom polisistik ovari

Metfomin merupakan salah satu obat yang terbukti bisa menyembuhkan sindrom ini dan akhirnya menginduksi terjadinya ovulasi normal.

  • Tumor pada pituitari atau hipotalamus

Operasi atau  terapi radiasi kerap menjadi solusi untuk mengatasi penyebab ini.

  • Sindrom Asherman

Perlengketan pada sisi dalam rahim mungkin juga memerlukan jalan operasi sebagai penatalaksanaannya.

  • Kondisi abnormal pada saluran reproduksi

Sama halnya dengan tumor atau sindrom asherman, operasi mungkin dibutuhkan sebagai jalan keluar bagi keadaan ini agar siklus menstruasi kembali lancar.