Amenorrhoea

Gejala Amenorrhoea

Amenorrhoea sendiri merupakan suatu gejala. Gejala amenorrhoea yang paling utama adalah berhentinya siklus menstruasi. Tetapi melihat dari segi kondisi penyebab yang dapat menimbulkan kondisi amenorrhoea, dapat juga timbul gejala tambahan sesuai dengan kondisi yang menjadi penyebab. Contohnya apabila penyebab dari amenorrhoea adalah ketidakseimbangan hormon, Anda mungkin juga akan mengalami tanda-tanda amenorrhoea lainnya bersamaan dengan berhentinya periode menstruasi tersebut. Contoh gejala tambahan dari amenorrhoea diantaranya adalah :

  • Galaktorea (keluarnya cairan susu dari puting padahal tidak sedang hamil atau menyusui)
  • Rambut rontok
  • Sakit kepala
  • Perubahan daya tajam penglihatan
  • Hirsutisme (tumbuhnya rambut berlebih pada area wajah dan tubuh seperti pada pria), umumnya disebabkan oleh kelebihan hormon androgen
  • Rasa sakit di area panggul
  • Muncul jerawat
  • Perubahan suara menjadi lebih rendah
  • Perubahan berat badan (bisa naik atau sebaliknya, turun)
  • Perubahan libido (dorongan seksual)
  • Kekeringan pada vagina
  • Berkeringat saat malam hari
  • Hot flashes(tubuh mendadak merasa kepanasan sehingga berkeringat)
  • Kegelisahan berlebih
  • Perubahan ukuran payudara secara signifikan dalam waktu singkat

Bila berbagai gejala amenorrhoea di atas muncul, segera periksakan diri ke dokter. Jangan menunda untuk memeriksakan diri, apalagi bila Anda tidak mendapatkan haid selama 3 bulan berturut-turut (padahal tidak sedang hamil), atau jika Anda bahkan tidak pernah mengalami menstruasi sama sekali (padahal sudah menginjak usia 15 tahun atau lebih).

Beberapa gejala seperti galaktorea, sakit kepala, serta menurunnya ketajaman daya penglihatan bisa menunjukkan pertanda adanya tumor intrakranial. Sedangkan pada gejala kering vagina (berkurangnya cairan vagina), berkeringat saat malam, hot flashes, hingga gangguan tidur dapat menjadi pertanda kegagalan pematangan indung telur.