Amenorrhoea

Diagnosis Amenorrhoea

Dalam mendiagnosa kondisi amenorrhoea, dokter Anda akan melakukan pemeriksaan organ panggul untuk memeriksa apakah ada masalah pada organ reproduksi Anda. Apabila Anda belum pernah mengalami menstruasi sebelumnya, maka dokter akan memeriksa kondisi payudara dan alat genital untuk memeriksa apakah ada perubahan normal dari pubertas Anda.

Amenorrhoea juga bisa menjadi tanda adanya masalah gangguan hormonal yang lebih kompleks. Menemukan penyebab lain yang mendasari kondisi ini membutuhkan waktu dan pemeriksaan tes yang jamak.

Untuk mendapatkan diagnosa Amenorrhoea yang akurat, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan berikut pada Anda:

  • Tanggal haid terakhir Anda
  • Apakah Anda cukup aktif secara seksual
  • Kontrasepsi yang Anda pakai
  • Riwayat kehamilan
  • Pola makan
  • Perubahan berat badan yang signifikan
  • Pola siklus haid bulanan
  • Tingkat stres, dan bagaimana anda mengatasinya
  • Kebiasaan olahraga
  • Usia saat ibu Anda memasuki masa menopause (kebanyakan ibu dan anak masuk menopause dalam usia yang sama)

Untuk melengkapi kriteria diagnosa, selain pertanyaan-pertanyaan di atas, dokter juga akan mempelajari riwayat kesehatan Anda. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik secara umum dan juga pemeriksaan organ reproduksi. Dokter juga akan memeriksa kemungkinan apakah Anda sedang hamil.

Apabila dokter Anda mencurigai penyebab penyakit tertentu, maka dokter akan  memberikan pertanyaan diagnosa tambahan. Apabila kemungkinan penyebab amenorrhoea adalah ketidakseimbangan hormon, maka dokter Anda akan memberikan beberapa pertanyaan tentang :

  • Apakah ada timbulnya jerawat dengan jumlah yang signifikan?
  • Ada-tidaknya pertumbuhan rambut/ bulu yang tidak wajar pada wajah atau tubuh?
  • Peningkatan sensitivitas terhadap suhu dingin
  • Kulit kering
  • Konstipasi
  • Rambut rontok
  • Keluarnya cairan yang tak biasa dari payudara

Apabila Anda adalah orang yang secara aktif dan rutin melakukan aktivitas olahraga, maka dokter mungkin ingin tahu lebih detail soal program latihan Anda apalagi kalau bobot Anda didapati terlalu kurus.

Di samping mengajukan pertanyaan di atas, dokter Anda juga akan melakukan berbagai tes berikut agar hasil diagnosa Amenorrhoea semakin akurat:

  • Tes darah dan urin

Pemeriksaan darah dan urin dapat mendeteksi apakah adanya ketidakseimbangan hormon yang bisa jadi disebabkan oleh adanya masalah pada kelenjar pituitari atau indung telur. Jika penyebab pastinya sudah ditemukan, maka tes lanjutan bisa dilakukan. Ini untuk memeriksa apakah kadar tiroid dan adrenalin dalam tubuh normal atau tidak. Tes darah dan urin juga bisa mendeteksi apakah adanya penyakit sistemik yang dapat mendasari timbulnya kelainan amenorrhoea.

  • Pemeriksaan ultrasound pada daerah panggul

Metode pemeriksaan ini sama sekali tidak menimbulkan rasa sakit karena menggunakan gelombang suara. Tujuan tes ini untuk mengidentifikasi masalah struktur anatomi dalam organ rahim dan indung telur.

  • Tes progesteron

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan kadar progesteron untuk mencari tahu apakah hormon ini yang menyebabkan adanya gangguan siklus haid. Ketika darah menstruasi keluar, maka tubuh tidak menghasilkan sel telur yang sudah matang di pertengahan siklus menstruasi. Namun bila tak ada darah yang keluar, maka dokter akan meminta Anda melakukan tes darah untuk memeriksa kadar FSH (follicle stimulating hormone) yakni hormon yang berfungsi mengatur siklus menstruasi dan produksi sel telur. Level FSH mampu menentukan apakah penyebab masalah haid Anda terjadi karena masalah pada indung telur atau hipotalamus.

Serangkaian tes lain mungkin juga diperlukan untuk mendiagnosa lebih lanjut penyebab dari kondisi amenorrhoea yang sedang Anda alami. Diantaranya adalah :

  • Pemeriksaan fungsi kelenjar tiroid
  • Pemeriksaan kadar hormon prolaktin. Hormon prolaktin yang tinggi dalam darah dapat menghambat siklus menstruasi yang pada akhirmya akan menyebabkan kondisi masalah amenorrhoea
  • Histerosalpingogram. Suatu pemeriksaan menggunakan sinar X-ray. Atau SIS (Saline Infusion Sonography) yaitu pemeriksaan dengan sinar radioktif yang menggunakan cairan salin sebagai kontras.
  • Histeroskopi. Yaitu pemeriksaan secara visual pada rongga rahim.