Amankah Pakai Tampon Saat Menstruasi?

Sebenarnya tampon aman atau tidak sih untuk menstruasi wanita? Mungkin pertanyaan itu pernah muncul dalam benak Anda. Nah, kini saatnya untuk mengetahui jawabannya.

DI Indonesia sendiri, penggunaan tampon memang tidak setenar pembalut biasa. Namun siapa tahu di antara Anda, ada yang suka memakainya dan penasaran dengan tingkat keamanannya.

Anda mungkin pernah mendengar berita mengerikan mengenai TSS (toxic shock syndrome), yaitu infeksi yang disebabkan karena pemakaian tampon atau pembalut dalam jangka waktu lama. Walau TSS memang bisa terjadi pada siapa saja, namun kasusnya termasuk jarang. Pada 2015 lalu, di Amerika saja hanya tercatat 337 kasus TSS.

TSS memang dapat disebabkan oleh pemakaian tampon, namun bukan tampon itu sendiri yang jadi tersangkanya. TSS umumnya timbul karena adanya infeksi bakteri, entah itu Staphylococcus aureus atau Streptococcus pygenes. Bakteri ini sebenarnya kerap ada di permukaan kulit kita dan sifatnya tidaklah berbahaya. Namun jika sampai masuk ke dalam pembuluh darah, maka bakteri ini bisa menimbulkan infeksi yang mengancam keselamatan.

Rumor mengenai tampon: mitos ataukah fakta?

Bicara soal tampon aman atau tidak, pihak FDA (Food and Drug Administration) Amerika memberikan tanggapannya mengenai rumor yang beredar. Berikut beberapa di antaranya:

1. Kandungan asbes dalam tampon menyebabkan pendarahan berlebih

FDA: asbes tidak pernah dipakai sebagai bahan tampon. Pabrik pembuat tampon akan selalu disidak agar mereka tidak menyalahi aturan dasar dan faktor keamanan saat membuat tampon.

2. Apakah tampon menggunakan bahan rayon?

FDA: tampon yang dijual di Amerika khususnya, mungkin mengandung katun, rayon, atau campuran kedua bahan tersebut. Biasanya bahan tersebut akan mengalami proses pemutihan (bleaching) guna memurnikan ampas kayunya sekaligus mengeluarkan serat selulosa bahan dasar rayon.

3. Tunggu dulu, bukankah proses bleaching itu berbahaya?

FDA: Proses bleaching yang dilakukan saat ini menggunakan bahan dasar klorin yang bebas bahan pemutih berbahaya.

4. Dan soal bahan rayon, bukankah itu bisa memicu TSS, vagina kering, hingga bisul pada alat kelamin?

FDA: Soal kekhawatiran ini memang ada benarnya. Seperti disebutkan sebelumnya, TSS memang bisa disebabkan oleh pemakaian tampon saat menstruasi wanita. Dan vagina kering ataupun bisul juga bisa muncul kalau tampon dipakai menampung terlalu banyak darah.

5. Apakah tampon mengandung dioksin yang bisa memicu kanker endometrium?

Saat proses pembuatan, tim ahli akan memeriksa dan menjaga agar kadar dioksin dalam tampon tetap rendah sehingga tak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Bagaimana cara mencegah TSS?

Pertama, Anda harus memilih ukuran tampon yang benar, apakah itu reguler, super, super plus, atau junior, sesuaikan itu dengan banyaknya darah yang keluar saat haid. Kedua, jangan membeli tampon sembarangan, yang merek dan produsennya abal-abal atau tidak jelas karena kita tak tahu bahan apa yang mereka pakai.

Di samping itu, lebih baik menggunakan tampon tipis dan menggantinya lebih sering, ketimbang tampon besar yang jarang diganti. Dan kalau ada keluhan lebih lanjut soal pemakaian tampon, jangan segan mengonsultasikannya pada dokter.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.