8 Hal yang Menyebabkan Anda Tak Kunjung Hamil Juga

Apa saja penyebab susah hamil? Dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, kita intip jawabannya lewat artikel berikut ini.

ANDA dan pasangan sudah berusaha keras untuk punya anak, namun entah mengapa, seperti tak terjadi apa-apa. Sebenarnya, apa sih penyebab susah hamil?

Penyebab susah hamil bisa bermacam-macam, misalnya karena tidak teraturnya ovulasi, masalah struktural pada sistem reproduksi, jumlah sperma yang terlalu rendah, atau karena mengidap penyakit tertentu.

Sayangnya, berbeda dengan haid tidak teratur, infertilitas seringkali tidak menunjukkan gejala apapun. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak lebih detail apa saja penyebab susah hamil itu.

1. Kurang lama berusaha

Kebanyakan pasangan yang ingin segera punya anak, pasti merasa sudah berusaha ‘selamanya’ dan melakukan ‘segalanya’. Akan tetapi, sekitar 80 persen pasangan biasanya baru berhasil setelah berusaha selama 6 bulan.

Bahkan, 90 persen dari wanita baru dinyatakan positif hamil setelah 12 bulan mencoba untuk punya anak. Karenanya, kalau Anda belum berusaha selama itu, maka jangan menyerah.

Dokter biasanya merekomendasikan pasangan untuk memeriksakan kesuburan mereka kalau:

  • Usia sudah 35 tahun atau lebih, dan Anda sudah berusaha punya anak selama 6 bulan namun belum berhasil juga.
  • Usia di bawah 35 tahun, namun belum hamil juga setelah berusaha 1 tahun lamanya.

Jika ada salah satu dari situasi di atas yang sesuai dengan keadaan Anda saat ini, segera temui dokter.

Baca juga: Tips Cepat Hamil di Usia 35 Tahun

2. Tidak ovulasi

Tanpa ovulasi takkan ada kehamilan karena proses tersebut butuh pertemuan sel telur dengan sperma untuk mewujudkan pembuahan. Tidak ovulasi merupakan penyebab ketidaksuburan wanita yang paling umum, dan penyebab kondisi ini bisa bermacam-macam seperti:

  • Menderita sindrom polikistik ovarium (PCOS)
  • Terlalu gemuk atau sebaliknya, underweight (terlalu kurus)
  • Disfungsi ovarium
  • Disfungsi tiroid
  • Hiperprolaktinemia (berlebihnya kadar prolaktin dalam darah)
  • Olahraga atau diet berlebihan (biasanya pada atlet)

Kebanyakan wanita yang mengalami gangguan ovulasi juga memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur. Namun mereka yang siklus haidnya teratur pun belum tentu mengalami ovulasi. Ada baiknya kalau menstruasi tidak teratur, segera temui dokter. Tak perlu menunggu 6 atau 12 bulan lamanya.

3. Masalahnya ada pada suami

Memang hanya perempuan yang dapat melahirkan, namun untuk hamil dibutuhkan kerjasama kedua belah pihak, baik suami dan istri. Riset menunjukkan, 20-30 persen penyebab susah hamil adalah karena suami yang bermasalah, sementara 40 persen penyebabnya karena kedua pasangan yang sama-sama bermasalah.

Yang harus diketahui adalah, infertilitas pria jarang menunjukkan gejala sehingga baru bisa diketahui kalau ia sudah menjalani analisa semen. Untuk melakukan tes ini, suami memang harus minta bantuan dokter, namun tak ada salahnya istri juga memeriksakan dirinya.

4. Usia

Wanita yang usianya di atas 35 tahun dan pria yang sudah melebihi 40 tahun biasanya butuh waktu lebih lama untuk bisa punya anak. Beberapa perempuan berpikir hanya karena mereka masih haid, maka pasti bisa punya anak dengan mudah. Namun hal ini tidak benar.

Usia tetap memiliki pengaruh yang kuat terhadap kualitas maupun kuantitas sel telur. Dan jika pasangan juga lebih tua 5 tahun atau lebih dibanding Anda, maka ini juga bisa meningkatkan risiko masalah kesuburan.

5. Saluran tuba falopi tersumbat

Ovulasi tidak teratur memang menyebabkan infertilitas, namun faktor ini hanya menimpa 25-30 persen wanita saja. Sisanya bisa jadi sulit hamil karena mengalami penyumbatan pada saluran tuba falopinya, gangguan struktural saluran reproduksi, atau endometriosis.

Anda mungkin sudah tahu kalau saluran tuba falopi merupakan ‘jalan kecil’ di antara indung telur dan rahim. Jadi saluran ini tidak langsung tersambung dengan ovarium. Sperma harus berenang naik ke atas dari leher rahim dan melalui rahim untuk masuk tuba falopi.

Ketika sel telur dilepaskan oleh indung telur, maka rambut-rambut halus saluran tuba falopi akan memindahkannya masuk saluran ini. Dan pembuahan biasanya terjadi dalam saluran tuba falopi ini karena di situlah sel telur bertemu dengan sperma.

Jadi bila ada hal yang mencegah saluran ini berfungsi normal, atau menghalangi pertemuan sperma dan sel telur, maka kehamilan tidak bisa terjadi. Ada banyak hal yang menyebabkan tersumbatnya saluran tuba falopi. Meski beberapa wanita mungkin merasakan sakit panggul, namun kebanyakan takkan mengalami gejala apapun. Hanya tes kesuburan yang bisa mendeteksi apakah saluran tuba falopi normal atau tidak.

6. Endometriosis

Endometriosis terjadi kalau jaringan endometrium bertumbuh di luar rahim. Diperkirakan sekitar 50 persen wanita pengidap endometriosis susah hamil. Gejala endometriosis paling umum adalah nyeri haid yang berlebihan dan sakit pinggul (saat tidak sedang datang bulan). Namun tak semua pengidap endometriosis pasti mengalami gejala ini. Beberapa baru tahu dirinya mengidap endometriosis setelah menjalani tes kesuburan.

Sayangnya, kelainan ini tak bisa didiagnosa melalui tes darah atau USG. Butuh diagnosa melalui operasi laparoskopik untuk mengetahuinya, dan tak jarang, diagnosa tepat baru bisa diberikan 4,4 tahun sesudahnya.

7. Gangguan kesehatan lainnya

Baik pria atau wanita yang mengalami ketidakseimbangan tiroid atau mengidap diabetes (tak terdiagnosa) juga bisa infertil. Selain itu, depresi, penyakit autoimun seperti lupus dan celiac, juga dapat membuat susah hamil.

Efek samping obat juga bisa memengaruhi kesuburan. Bila Anda menduga obat yang diminum menyebabkan susah hamil, maka konsultasikan ke dokter terlebih dahulu. Jangan langsung berhenti mengonsumsinya. Penyakit lain yang juga menyebabkan infertilitas adalah penyakit menular seksual (PMS) yang belum terdeteksi.

Baca juga: Awas, Infeksi Klamidia Bisa Sebabkan Keguguran

8. Alasan tidak jelas

Sayangnya, 25-30 persen pasangan infertil tidak pernah tahu apa alasan pasti mengapa mereka tidak bisa punya anak. Beberapa dokter sebenarnya mengatakan tidak mungkin infertilitas tidak ada penyebabnya, yang ada hanyalah penyebabnya itu belum terkuak atau terdiagnosa.

Apapun istilahnya, tetap saja beberapa pasangan tak pernah tahu alasan mengapa mereka susah punya anak. Namun itu tak berarti kalau mereka tak bisa ditolong. Mereka tetap bisa menjalani perawatan infertilitas meski alasan ketidaksuburannya belum terkuak.

Kita sudah membaca 8 penyebab susah hamil tadi. Yang jelas apapun penyebabnya, selalu ada cara mengatasi sulit hamil, jadi Anda tak perlu putus asa. Ikuti saja pedoman yang disampaikan pada poin pertama tadi.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.