7 Hal Tentang Kesuburan Pria yang Perlu Anda Tahu

Kebanyakan media dan masyarakat yang membahas tentang pembuahan dan kehamilan, berfokus hanya pada wanita. Padahal, peran pria tak kalah pentingnya dalam proses tersebut.

ciri lelaki subur

PEMBAHASAN mengenai masalah kesuburan pria biasanya jarang diperhatikan. Cukup masuk akal bila dihubungkan dengan kehamilan yang merupakan proses yang dialami wanita. Padahal hal ini belum tentu tepat, karena ciri lelaki subur juga penting untuk diketahui. Berikut ini adalah 7 hal tentang kesuburan pria yang perlu Anda tahu.

Kesehatan, Diet dan Lingkungan dapat Memengaruhi Kesuburan Anda

Setiap kebiasaan berkaitan dengan kesehatan pria dapat memengaruhi tingkat kesuburan. Beberapa di antaranya adalah:

Merokok

Merokok menyebabkan dampak negatif bagi jumlah sperma, bentuk sperma, dan pergerakan sperma, yang seluruhnya merupakan faktor penting bagi masalah kesuburan pria.

Keberhasilan pada bayi tabung menemukan bahwa pria perokok memiliki kegagalan dalam prosesnya, bahkan pada proses ICSI (ICSI adalah penyuntikan langsung sebuah sperma ke dalam sel telur). Merokok juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi, jadi meninggalkan kebiasaan tersebut dapat mengurangi segala risikonya.

Bahan kimia beracun di lingkungan kerja

Apakah pekerjaan Anda mengharuskan Anda terpapar bahan kimia beracun? Jika iya, kemungkinan Anda memiliki risiko yang lebih besar dalam masalah kesuburan dan penurunan kesehatan sperma.

Beberapa pekerjaan yang memiliki risiko tingkat kesuburan rendah adalah peternak, pelukis, ahli pernis, pekerja metal, dan tukang las. Bila pekerjaan Anda melibatkan kontak dengan bahan kimia atau kondisi dengan suhu yang tinggi, konsultasikanlah dengan dokter. Banyak cara pencegahan yang bisa dilakukan untuk melindungi diri Anda.

Penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual (PMS) dapat mengakibatkan kemandulan bila tidak segera diobati. Jika tidak diobati, PMS akan menyebabkan luka pada saluran reproduksi pria, sehingga transfer sperma menjadi tidak efektif, bahkan mustahil untuk terjadi.

Jika Anda memiliki penyakit menular seksual, seperti klamidia, gonore, atau lainnya, segeralah konsultasikan metode penyembuhannya dengan dokter, bahkan jika Anda merasa tidak memiliki gejala apapun.

Beberapa PMS bisa muncul tanpa gejala. Anda mungkin tidak menyadari saat terkena penyakit tersebut dan menularkannya pada pasangan, yang bisa berakibat fatal juga bagi kesuburan pasangan.

Berat badan

Memiliki berat badan berlebih dapat menyebabkan efek negatif untuk kesehatan mani Anda. Pria dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) di bawah 20 cenderung memiliki konsentrasi sperma yang rendah dan jumlah sperma yang sedikit. Sedangkan pria dengan obesitas, cenderung memiliki tingkat testosteron yang rendah dan jumlah sperma yang sedikit.

Baca juga: Cara Menyeimbangkan Hormon Testosteron

Terlalu banyak minum alkohol

Banyak penelitian menemukan bahwa minum alkohol sewajarnya dalam seminggu tidak membahayakan. Namun, minum secara berlebihan dikaitkan dengan jumlah sperma yang rendah, pergerakan sperma yang payah, dan bentuk yang buruk.

Penelitian mengungkapkan pada setiap tambahan konsumsi minuman alkohol dalam seminggu, tingkat keberhasilan proses bayi tabung pun semakin menurun.

Usia Juga Penting Bagi Pria

Anda mungkin sudah mengetahui bahwa kesuburan wanita menurun seiring bertambahnya usia. Wanita berusia 30 tahun memiliki 20 persen kesempatan hamil setiap bulan. Sedangkan wanita berumur 40 tahun hanya memiliki 5 persen kesempatan hamil tiap bulannya.

Menurunnya kesuburan pria pun dipengaruhi oleh usia, walaupun tidak sedrastis wanita. Wanita berusia 70 tahun tidak dapat memiliki anak secara alami, namun pria dengan usia yang sama masih bisa membuahi secara alami. Usia masih menjadi perhatian yang harus Anda lakukan dalam perencanaan berkeluarga.

Penelitian mengungkapkan dengan bertambahnya usia pria, maka kesuburan dan kesehatan sperma mengalami penurunan, diikuti pula dengan kerusakan DNA dalam sperma.

Usia pria dikaitkan dengan kenaikan tingkat keguguran, kelanjutan masalah pada genetik, dan juga cacat lahir. Penambahan usia juga dikaitkan dengan peningkatan resiko autisme dan skizofrenia pada calon bayi.

Program bayi tabung juga dipengaruhi oleh usia pria. Penelitian menemukan bahwa pada tiap tambahan usia pria, terdapat peningkatan 11% kemungkinan gagal kehamilan, serta 12% kemungkinan bayi dilahirkan meninggal.

Suhu yang Panas Buruk bagi Sperma

Temperatur yang tinggi merupakan hal buruk bagi sperma. Mungkin Anda sering mengetahui hal ini dari peringatan di kardus celana boxer Anda.

Ini dikarenakan boxer tidak ketat dan memiliki lebih banyak aliran udara dibanding jenis celana dalam pria lainnya. Dengan kata lain, boxer bermanfaat untuk mendinginkan temperatur testis dan menghasilkan tingkat kesuburan yang lebih sehat.

Sumber panas lain yang dapat menyebabkan masalah pada kesuburan Anda adalah:

  • Berendam air panas atau mandi air panas terlalu lama
  • Duduk dengan kerapatan pada paha (seperti saat berada di balik meja kerja atau menyetir di waktu yang lama)
  • Memangku laptop saat menggunakannya
  • Pemanas kursi

Kerusakan oleh panas dapat juga disebabkan oleh efek jangka panjang yang tidak pernah terbayangkan oleh Anda. Sebuah penelitian kecil melihatnya pada pria yang rutin melakukan sauna dua kali seminggu selama 15 menit, selama 3 bulan.

Saat dilakukan perbandingan pada contoh sperma yang diambil sebelum kunjungan sauna dimulai, peneliti menemukan penurunan jumlah sperma dan pergerakan sperma, sebagaimana juga kerusakan pada DNA dalam sperma.

Pria yang diteliti kemudian dipanggil kembali untuk mengevaluasi penelitian selama 3 bulan dan 6 bulan setelah penelitian. Kesehatan sperma belum pulih sepenuhnya, bahkan setelah 6 bulan berhenti melakukan sauna.

Ketidaksuburan Pada Pria Lebih Umum Terjadi dari yang Anda Kira

Pasangan disarankan untuk memeriksa dan menjalankan perawatan apabila kehamilan belum terjadi setelah 12 bulan (atau 6 bulan apabila wanita berumur 35 tahun atau lebih) melakukan program hamil. Hal yang umum bagi wanita untuk memeriksakan diri ke ginekolog guna dievaluasi, namun sebenarnya, pria pun butuh untuk diperiksa juga.

Faktor ketidaksuburan pada pria memengaruhi sebagian atau keseluruhan ketidaksuburan pasangan. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Sepertiga dari pasangan tidak subur bersumber pada ketidaksuburan pihak wanita
  • Sepertiga lainnya bersumber pada faktor ketidaksuburan pihak pria
  • Sepertiga yang tersisa memiliki faktor ketidaksuburan pada keduanya, atau penyebabnya tetap tidak dapat dijelaskan

Analisis air mani, yang merupakan tes evaluasi kesehatan sperma, harus dilakukan sebelum melakukan perawatan apapun (bahkan Clomid). Jika perawatan sudah terlanjur dilakukan dan ternyata faktor prialah yang menjadi penyebab tidak suburnya pasangan, si wanita akan mengalami stres fisik dan pada akhirnya, Anda berdua akan mengalami stres emosional.

Bicarakan pada ginekolog pasangan Anda mengenai tes analisis air mani. Kemungkinannya, ginekolog bisa melakukannya atau Anda harus menemui urolog atau spesialis kesuburan untuk melakukan analisis air mani.

Masalah Kesuburan Pria Tidak Selalu Memiliki Gejala

Seringkali, masalah kesuburan pada pria muncul tanpa menunjukkan tanda-tanda. Tidak dapat menghasilkan kehamilan biasanya merupakan tanda awal masalah kesuburan pada pria.

Anda bisa saja merasakan sehat, tapi tetap memiliki masalah kesuburan. Atau, memiliki kehidupan seks yang luar biasa, namun ternyata punya masalah kesuburan. Berlawanan dengan mitos yang dipercaya, ternyata kemampuan seks tidak ada kaitannya dengan kesuburan.

Meskipun begitu, ada beberapa faktor risiko yang perlu diwaspadai. Konsultasikan jika Anda mengalami satu atau beberapa hal berikut pada dokter Anda sebelum merencanakan kehamilan:

  • Jika Anda memiliki testis yang tidak turun (undescended testicles)
  • Jika Anda pernah melakukan pengobatan karena infeksi menular seksual di masa lalu
  • Jika Anda bermasalah dalam menghasilkan atau mempertahankan ereksi
  • Jika Anda memiliki dorongan seks rendah
  • Jika Anda mengalami sakit, bengkak, atau benjolan di daerah testis

Ada juga sejumlah obat-obatan yang dapat mempengaruhi kesuburan Anda. Bicaralah dengan dokter umum Anda untuk mengetahui apakah obat yang Anda konsumsi mungkin berefek pada kesuburan Anda.

Menunda Tes Atau Perawatan Dapat Mengurangi Kesempatan untuk Hamil

Meskipun disarankan untuk segera mencari pertolongan setelah satu tahun gagal dalam usaha kehamilan, survei menunjukkan bahwa banyak pasangan tidak melakukannya.

Ada sejumlah alasan untuk menghindarinya, termasuk kecemasan tentang tes kesuburan, kekhawatiran tentang kemungkinan biaya perawatan, dan kesalahpahaman seperti pola pikir bahwa semua kemandulan memiliki gejala dan sebab yang jelas, atau berpikir bahwa begitu memiliki seorang anak, Anda tidak mungkin menjadi mandul (Anda sebenarnya bisa mengalami ketidaksuburan bahkan setelah memiliki anak, atau biasa disebut infertilitas sekunder.)

Masalahnya adalah, ada beberapa penyebab masalah kesuburan pria yang memburuk seiring berjalannya waktu. Semakin cepat ditangani, semakin tinggi pula kemungkinan sukses program kehamilan Anda dan pasangan. Ingat, ciri lelaki subur tidak dapat terlihat langsung dari luar.

Jika Anda khawatir dengan biaya, mungkin informasi ini dapat membantu: sebagian besar masalah kesuburan dapat ditanggulangi dengan biaya rendah bila dilakukan sedini mungkin.

Baca juga: Penyebab Masalah Kesuburan Pada Pria

Tes Kesuburan di Rumah Tidak Cukup Membantu

Analisis sperma dapat membuat banyak pria menjadi gugup dalam pelaksanaannya, beberapa orang bahkan mengalihkan tesnya untuk dilakukan di rumah dengan bantuan internet.

Uji analisis sperma yang dilakukan secara anonim tersebut tidak seakurat dengan pengujian dalam laboratorium. Karena untuk mendapatkan hasil yang baik, dibutuhkan waktu satu jam untuk melakukan pengujian setelah pengambilan sampel.

Tes sperma dari rumah terbatas pada apa yang dapat mereka evaluasi: kebanyakan dari jenis tes ini mengukur jumlah sperma dan volume air mani, tapi tidak dapat mengevaluasi pergerakan sperma dan bahkan jarang melihat bentuk sperma.

Anda bisa memiliki jumlah sperma yang bagus, tapi jika sperma tidak bergerak dengan benar, atau bentuknya buruk, Anda mungkin masih bermasalah dengan kesuburan.

Jika Anda memang peduli dengan kesuburan Anda, temui dokter Anda dan dapatkan tes yang akurat.

%d bloggers like this: