6 Pengobatan Impotensi Paling Populer

Untungnya, ada banyak cara mengobati impotensi. Anda tinggal memilih metode perawatan impotensi mana yang paling sesuai dengan kondisi maupun budget.

cara mengobati impotensi

FAKTANYA, 1 dari 10 pria memang mengalami disfungsi ereksi, entah itu gangguan saat meraih dan/atau mempertahankan ereksinya. Jika Anda mengalaminya juga, maka tak perlu malu dan jangan segan untuk segera menjalani pengobatan impotensi secara medis. Dari sekian banyak tipe pengobatan impotensi secara medis, 6 metode berikutlah yang paling banyak dipilih:

1. Terapi Psikoseksual

Kalau penyebab gangguan ereksi adalah akibat faktor psikologis, maka ini adalah cara mengobati impotensi yang perlu Anda coba. Yang dimaksud faktor psikologis di sini termasuk adanya masalah dalam hubungan suami-istri, rasa tidak percaya diri soal performa di atas ranjang, hingga hal lain yang mungkin lebih kompleks dari itu. Tentu saja agar tahu penyebab pastinya, Anda perlu berkonsultasi lebih dulu dengan dokter, psikolog, atau terapis.

2. Pompa Vakum

Cara mengobati impotensi berikutnya ini melibatkan semacam alat pompa plastik berbentuk tabung yang dipasang pada penis. Cara kerjanya adalah alat ini akan menyedot udara keluar dari dalam tabung sehingga tercipta suatu tekanan yang memaksa darah mengalir masuk ke dalam penis. Sebuah cincin khusus biasanya akan dipasang sementara di pangkal penis agar darah tak segera mengalir keluar dari penis, sehingga ereksi dapat tetap dipertahankan.

Baca juga: 3 Teknik Memperbesar Penis, Ampuhkah?

3. Obat-obatan

Sejauh ini sudah ada berbagai macam obat yang diciptakan untuk perawatan impotensi, seperti:

  • Viagra – merupakan obat disfungsi ereksi pertama dan paling populer. Butuh waktu 1 jam agar obat ini efektif, dan efeknya bisa bertahan 3-4 jam lamanya.
  • Muse – semacam peluru/pil kecil yang dimasukkan langsung ke dalam saluran kemih. Obat ini kemudian diserap ke dalam jaringan erektil dalam penis. Obat ini mampu menimbulkan ereksi dalam waktu 5-10 menit kemudian.
  • Cialis – harus dikonsumsi 30 menit sebelum berhubungan intim.
  • Levitra – sebaiknya dikonsumsi 10-60 menit sebelum berhubungan seks, dan obat ini bisa efektif hingga 12 jam lamanya.
  • Uprima – pil yang diletakkan di bawah lidah, dan akan tercerna dalam waktu 15 menit. Obat ini efektif hingga 2 jam lamanya. Namun, Uprima takkan efektif kalau seorang pria tak mendapat rangsangan secara seksual.
  • Obat injeksi ke penis sebelum berhubungan seks. Biasanya obat ini efektif bekerja dalam waktu 15 menit.

4. Terapi Hormon

Selain psikologis, faktor hormonal juga bisa menyebabkan impotensi (walau kasusnya cukup jarang terjadi). Solusinya, tentu saja dengan menjalani terapi pengganti hormon sehingga kadar testosteron bisa meningkat.

5. Implan Penis

Sebelum mencoba pengobatan impotensi metode ini, ada baiknya Anda mencoba dulu cara pengobatan yang disebutkan sebelumnya. Jika cara-cara di atas memang tak berhasil, dan dokter menyarankan Anda untuk menjalani implan penis, maka tak ada salahnya untuk mempertimbangkannya.

Metode implan penis ini biasanya terbagi menjadi 2 tipe:

  • Implan semi-kaku/semi-rigid – implan ini membuat penis kaku sepanjang waktu, namun penis bisa diturunkan ke bawah saat Anda tidak berhubungan intim.
  • Implan tiup (inflatable) – dengan memasukkan sebuah pompa ke dalam skrotum.

Baca juga: 6 Jenis Disfungsi Seksual pada Pria dan Penyebabnya

6. Operasi Bedah

Alternatif pengobatan impotensi paling populer yang terakhir adalah melalui jalan bedah. Tentu saja operasi dilakukan tergantung dari apa yang menyebabkan disfungsi ereksi, apakah adanya abnormalitas pada aliran darah, atau hal lainnya. Untuk jalan ini, tentu dana yang dibutuhkan lebih besar ketimbang metode pengobatan lainnya.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.

%d bloggers like this: