6 Jenis Disfungsi Seksual pada Pria dan Penyebabnya

Tips Sehat

Kebanyakan orang beranggapan bahwa masalah disfungsi seksual pada pria itu hanyalah sebatas disfungsi ereksi atau ejakulasi dini saja. Padahal gangguan ini bisa terdiri dari bermacam-macam jenis serta penyebabnya.

disfungsi seksual pada pria

MEREKA yang belum menikah mungkin kerap berpikir kalau seks itu mudah untuk pria karena mereka ‘lemah’ di mata. Namun kenyataannya, baik pria maupun wanita, keduanya bisa mengalami masalah seksual dalam hidupnya.

Jenis Disfungsi Seksual

Walau disfungsi ereksi merupakan jenis disfungsi seksual pada pria yang sering dibicarakan, namun gangguan ini hanya salah satunya saja. Sama seperti pada wanita, laki-laki juga bisa mengalami berbagai masalah seksual seperti yang akan kami jabarkan berikut ini:

1. Masalah dengan ketertarikan atau hasrat seksual

Beberapa pria bisa jadi memiliki sedikit (atau sama sekali tidak ada) ketertarikan pada urusan seks. Biasanya kaum pria yang termasuk golongan ini akan didiagnosa mengalami Male Hypoactive Sexual Desire Disorder. Riset menunjukkan sekitar 15-25% pria di bawah usia 60 tahun mengalami gangguan ini, dan frekuensinya bisa meningkat dengan cepat pada pria lansia.

2. Disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi dapat terjadi dalam beberapa bentuk. Beberapa pria mungkin hanya mengalami kesulitan untuk mempertahankan ereksinya, namun ada pula yang ereksinya kurang kokoh sehingga tak bisa penetrasi. Salah satu penyebab disfungsi seksual jenis ini adalah usia.

Pada pria usia kurang dari 40 tahun, hasil studi memperkirakan hanya 15-17% saja yang mengalami disfungsi ereksi. Namun coba bandingkan dengan pria yang usianya di atas 80 tahun, persentasenya bisa meningkat hingga 75%.

3. Ejakulasi dini

Secara klinis, seorang pria baru bisa didiagnosa mengalami ejakulasi dini jika ia langsung berejakulasi 1-2 menit setelah penetrasi. Diperkirakan 8-30% pernah mengalami gangguan seksual ini minimal sekali dalam hidupnya.

Baca juga: Fakta Tentang Ejakulasi Pria yang Perlu Anda Tahu

4. Ejakulasi lambat

Kalau ada pria yang mengalami ejakulasi dini, maka ada pula yang bahkan tak bisa berejakulasi sama sekali saat melakukan hubungan intim. Di sisi lain, tak sedikit pula pria yang butuh waktu lama untuk berejakulasi. Dan para ahli memperkirakan, kondisi yang disebut dengan istilah ejakulasi lambat ini lebih sering dialami oleh pria yang usianya lebih tua.

5. Kesulitan orgasme

Banyak pria tak mengetahui kalau ejakulasi dan orgasme itu merupakan 2 hal yang berbeda. Oleh sebab itu, akhirnya hanya sedikit saja pria yang mengetahui kalau dirinya bermasalah untuk mencapai orgasme. Bila Anda mampu berejakulasi tanpa hambatan, namun tidak merasakan kenikmatan atau kesenangan saat berhubungan, maka bisa jadi Anda mengalami kesulitan orgasme.

6. Rasa sakit saat berhubungan

Diperkirakan sekitar 16% pria mengalami rasa sakit ketika intercourse atau ejakulasi. Salah satu penyebab disfungsi seksual ini adalah karena terinfeksi penyakit menular seksual atau penyakit Peyronie (penis bengkok).

Penyebab Disfungsi Seksual

Bicara soal beragam kasus disfungsi seksual pada pria di atas, ada banyak hal yang bisa jadi penyebabnya. Salah satu penyebab yang paling umum adalah kanker prostat. Namun di samping itu, masih ada lagi penyebab lainnya seperti:

1. Usia dan gaya hidup

Umur selalu menjadi salah satu penyebab disfungsi seksual yang tak bisa dihindari. Namun gaya hidup tidak sehat seperti merokok, pola makan rendah nutrisi, alkohol, dll juga bisa jadi pemicunya.

2. Hormon

Banyak orang berpikir kalau testosteron merupakan hormon seksual. Akan tetapi, testosteron sebenarnya hanyalah salah satu jenis dari androgen. Kadar androgen inilah yang sebenarnya memegang peranan penting bagi hasrat seksual seorang pria. Ketidakseimbangan kadar hormon ini bisa menimbulkan disfungsi seksual pada pria.

3. Penyakit

Beberapa jenis penyakit seperti infeksi saluran kencing atau ginjal juga bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi. Pria yang memiliki gangguan kardiovaskular dan diabetes misalnya, berisiko lebih besar mengalami disfungsi ereksi. Hal ini dikarenakan, butuh pembuluh dan aliran darah yang sehat untuk bisa berereksi dengan maksimal.

Penyakit saraf kronis seperti Parkinson, epilepsi, stroke, dan sklerosis ganda juga seringkali menjadi penyebab disfungsi seksual pada pria, baik untuk urusan ereksi maupun hasrat dan orgasme. Tentu saja masih ada penyakit lain seperti kanker, sleep apnea, dll yang berpotensi jadi penyebab lainnya.

4. Cedera/ kecelakaan

Pria yang mengalami cedera pada tulang ekornya memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan seksual. Cedera tersebut mungkin tak berpengaruh pada hasratnya, namun bisa berdampak pada kemampuannya dalam berereksi dan ejakulasi.

Hal serupa juga dapat terjadi pada pria yang baru saja menjalani operasi prostat, apalagi kalau prosedur tersebut sampai merusak jaringan di sistem reproduksinya. Pria yang menjalani radiasi untuk perawatan kanker juga bisa mengalami efek serupa.

5. Masalah psikologis

Di samping gangguan secara fisik, masalah emosional seperti depresi, gelisah, trauma, stres, hingga kemarahan juga dapat memengaruhi tidak hanya hasrat, tapi juga fungsi ereksi dan ejakulasi. Sayangnya, pengobatan untuk gangguan emosional ini biasanya juga memiliki efek samping pada kemampuan seksual.

Oleh sebab itu, penting sekali bagi Anda untuk segera berkonsultasi dengan dokter agar baik masalah emosional maupun obat-obatannya tak sampai memengaruhi kemampuan seksual.

6. Istri kurang menarik

Kalau suami tidak memiliki ketertarikan pada istrinya, maka mereka bisa juga mengalami disfungsi seksual.

Perawatan Untuk Disfungsi Seksual Pria

Olahraga merupakan salah satu cara yang terbukti ampuh untuk mengatasi disfungsi seksual bahkan setelah seorang pria sembuh dari kanker prostatnya. Perawatan lain mungkin juga perlu dilakukan, tergantung dari penyebabnya, misalnya dengan obat-obatan, konsultasi, terapi seks, dan lain sebagainya.

Baca juga: Ejakulasi Dini Bisa Diatasi dengan 6 Metode Psikologis Ini

 

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.