6 Cara Mengatasi Gejala Sering Pipis saat Hamil

Bagi sebagian wanita, sering pipis saat hamil memang bikin tidak nyaman, apalagi kalau terjadinya pada tengah malam atau ketika sedang sibuk-sibuknya. Untungnya, ada kok yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi gejala sering buang air kecil saat hamil.

sering pipis saat hamil

SEBENARNYA normal bila jadi lebih sering pipis saat hamil. Penyebab sering buang air kecil saat hamil bermacam-macam, mulai dari meningkatnya produksi hCG (hormon kehamilan), progesteron, hingga membesarnya rahim yang kemudian menekan kandung kemih, uretra, serta otot panggul.

Selain itu, kehamilan juga membuat Anda minum lebih banyak dari biasanya, terutama bila morning sickness menyebabkan tak banyak makanan yang bisa masuk dalam tubuh. Tentu saja semakin banyak minum, semakin sering pipis saat hamil.

Alasan berikutnya adalah karena kehamilan membuat volume darah meningkat sebanyak hampir 50%. Ini berarti kian banyak pula cairan yang harus diproses ginjal dan ditampung kandung kemih.

Kapan frekuensi buang air kecil mulai meningkat sewaktu hamil?

Meningkatnya frekuensi buang air kecil ketika hamil dapat terjadi sejak dini, sekitar 2-3 minggu pertama. Namun tak sedikit juga yang baru mengalaminya setelah usia kehamilan masuk minggu ke-10 hingga 13.

Dorongan sering kencing ini umumnya agak mereda selama trimester ke-2 karena pada waktu ini, perkembangan rahim sudah melampaui panggul sehingga tak lagi menekan kandung kemih. Akan tetapi, gejala sering buang air kecil sewaktu hamil biasanya ‘kambuh’ lagi di minggu ke-30, yakni ketika kepala bayi mulai menekan kandung kemih.

Baca juga: 5 Gejala Aneh yang Bisa Terjadi Saat Hamil

Seberapa sering pipis ketika hamil?

Sebelum mengandung, kebanyakan orang hanya buang air kecil 6-8 kali sehari. Namun frekuensi ini bukanlah patokan pasti karena tergantung dari berapa banyak air yang dikonsumsi dan juga jenis minumannya. Seperti kita ketahui, beberapa minuman bersifat diuretik sehingga meningkatkan frekuensi pipis.

Nah, seberapa sering pipis sewaktu hamil tergantung dari frekuensi ‘normal’ tadi. Jika Anda biasanya buang air kecil 8 kali setiap hari, maka ketika hamil, frekuensinya bisa jadi 10 kali. Dengan demikian, frekuensi buang air kecil masing-masing ibu hamil tidaklah sama.

Cara mengatasi gejala sering pipis saat hamil

Ibu hamil yang merasa ‘terganggu’ dengan gejala sering pipis ini mungkin berpikir mengurangi jumlah cairan yang masuk dalam  tubuh bisa jadi solusi yang efektif. Sayangnya tidak demikian. Ketika hamil, penting sekali bagi tubuh agar tetap terhidrasi demi kesehatan ibu maupun janinnya.

Jika begitu, lantas bagaimana dong cara mengurangi frekuensi buang air kecil sewaktu mengandung? Berikut beberapa tipsnya:

1. Kurangi minum sebelum tidur

Ya, beberapa jam sebelum naik ranjang, kurangi jumlah cairan yang masuk dalam tubuh. Hanya pastikan Anda tidak sampai kehausan. Banyaklah minum ketika pagi hingga sore harinya agar tubuh tetap terhidrasi.

2. Hindari minuman yang mengandung kafein

Seperti disampaikan sebelumnya, jenis minuman tertentu berdampak diuretik pada tubuh, yang mana artinya membuat Anda jadi lebih sering pergi ke kamar mandi. Jenis minuman yang dimaksud adalah teh, kopi, minuman karbonasi, serta alkohol.

3. Ganti posisi

Beberapa ibu hamil merasakan tekanan terhadap kandung kemihnya berkurang ketika sedang duduk atau berbaring. Oleh sebab itu, beraktivitaslah dalam posisi duduk karena ini lebih ramah bagi kandung kemih. Dan ketika buang air kecil, condongkan badan ke depan agar kandung kemih bisa dikosongkan sepenuhnya.

4. Jangan ngempet

Menahan kencing sewaktu kebelet hanya akan melemahkan otot dasar panggul, dan ini malah tidak baik untuk ke depannya nanti.

5. Pipis dulu sebelum olahraga

Tekanan rahim terhadap kandung kemih dan melemahnya otot dasar panggul bisa menyebabkan urin ‘bocor’ atau merembes keluar ketika sedang batuk, tertawa, bersin, mengangkat barang berat, atau berolahraga.

Kondisi ini umumnya terjadi pada trimester ke-3 hingga pasca melahirkan. Selain dengan mengenakan pembalut, cara lain mencegah celana dalam basah adalah dengan buang air kecil lebih dulu sebelum berolahraga.

6.Senam Kegel

Senam Kegel dapat menguatkan otot dasar panggul sekaligus mempercepat pemulihan pasca melahirkan. Oleh sebab itu, tak ada salahnya mulai melakukannya sejak awal kehamilan hingga setelah persalinan nanti. Bila perlu, lakukan senam ini sepanjang masa.

Baca juga: 15 Manfaat Senam Kegel untuk Kehidupan Pasutri

Waspadai infeksi saluran kemih

Hal terakhir yang perlu diketahui adalah sering pipis juga bisa menandakan infeksi saluran kemih, salah satu infeksi yang sering dialami ibu hamil. Jika tak segera diobati, infeksi ini dapat memicu infeksi ginjal, persalinan prematur, atau keduanya. Karenanya, konsultasikan dengan dokter bila mengalami gejala berikut:

  • Sakit atau perih sewaktu buang air kecil
  • Ada sedikit darah dalam urin
  • Masih saja kebelet padahal urin yang keluar hanya beberapa tetes saja

Waiting for the best is never useless.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan
    • Malam dokter.. Saya perempuan 26 tahun.. Saya terakhir menstruasi pada tanggal 10 September.. Setelah itu mulai tanggal 14 September sudah mulai berhubungan denga pasangan.. Yang ingjn saya tanyakan, apakah bisa kemungkinan hamil? Yang kedua, pada saat selesai berhubungan muncul bercak darah. Apakah itu berbahaya atau tidak? Terimakasih

    • 1 Balasan 8 hours ago

    • Assalamualaikum dok saya mau menanyakan kan saya awal menstruasi tanggal 8 agustus lalu kalau lewat dari tanggal 8 september akan terjadi sesuatu atau saya hamil ya dok, dan 2 hari ini saya mengalami flek coklat sebelum tanggal menstruasi saya gitu dok ? Semoga di jawab ya dok

    • 1 Balasan 2 weeks ago

    • Selamat sore dok Mau tanya, sy baru menikah tgl 18 bulan 8 kemarin. Awal menstruasi tanggal 9. Sampai sekarang saya belum ada tanda-tanda hamil. Padahal haid sy teratur tiap bulanny, tapi haid saya setiap hari pertama selalu sangat sakit. Dan setiap sy dan suami brhubungan, keluar cairan kental(lendir) bening berwarna orange kemerahan seperti darah. apakah  … Read more

    • 1 Balasan 2 weeks ago