5 Penyakit Menular Seksual yang Tidak Bisa Disembuhkan

Tips Sehat

Sayangnya, dari sekian banyak penyakit kelamin wanita, ada beberapa penyakit menular seksual yang tidak bisa disembuhkan. Apa sajakah itu?

penyakit menular seksual yang tidak bisa disembuhkan

TAK seorangpun menginginkan dirinya terkena penyakit menular seksual yang tidak bisa disembuhkan. Namun apa daya kalau hal itu sampai terjadi. Yang bisa dilakukan sekarang, hanyalah mencari tahu bagaimana cara merawatnya, agar penyakit kelamin wanita tersebut tak sampai merenggut nyawa kita terlalu dini. Lalu, apa saja sih penyakit menular seksual yang tidak bisa disembuhkan itu?

1. Herpes Simpleks

Herpes Simpleks atau lebih sering disebut sebagai herpes genital merupakan jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV). Keberadaan virus ini sebenarnya sangat lazim, mengingat hampir semua orang bisa terjangkit olehnya menjelang akhir hidupnya.

Herpes genital ini terbagi menjadi 2 tipe, yang disebabkan oleh HSV-1 biasanya menimbulkan luka di area mulut, sedangkan HSV-2 umumnya memilih area kemaluan sebagai targetnya. Namun tak menutup kemungkinan juga kalau terjadi sebaliknya, dimana HSV-1 menyebabkan luka di organ keintiman dan HSV-2 pada bagian mulut.

Yang memprihatinkan adalah, 20-30% penderitanya bisa saja tidak sadar kalau tubuhnya telah terjangkit HSV. Gejala herpes simpleks yang biasanya timbul adalah berupa luka kecil melepuh yang berisi cairan. Bila luka tersebut sampai pecah, maka akan menimbulkan borok yang terasa sakit dan butuh waktu 1-3 minggu untuk sembuh. Untungnya, gejala ini tidak muncul terus-menerus.

Dan untungnya lagi, walau obat penyakit kelamin ini belum ditemukan, namun penderitanya dapat minum obat antivirus untuk menekan gejalanya hingga 80%. Tak sedikit orang yang bahkan baru minum obat ketika mereka merasa lukanya akan pecah. Biasanya kondisi tersebut didahului dengan sensasi geli, terbakar, gatal, atau rasa sakit.

Selain itu, obat-obatan anti-herpes juga bisa mencegah penularan virus ke orang lain. Jadi meski tak bisa sembuh total, namun kalau penderitanya mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, maka ia bisa hidup tanpa luka yang nampak secara fisik sehingga tak sampai menulari pasangannya. Tindakan non-medis lain yang bisa dilakukan untuk meminimalisir pecahnya luka herpes adalah dengan mengonsumsi suplemen, bahan herbal, makanan sehat, serta mengurangi stres.

2. HIV

HIV merupakan jenis PMS lain yang belum ada obatnya. Virus HIV bekerja dengan cara menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga membuatnya terlalu lemah untuk melakukan perlawanan. Alhasil, diperkirakan sekitar 35 juta orang di seluruh dunia harus kehilangan nyawanya karena HIV sejak bermulanya wabah ini pada tahun 1980an.

Sekalipun obat penyakit kelamin ini juga belum ditemukan, namun penderitanya bisa hidup lebih lama jika rutin menggunakan pengobatan antivirus. Sebuah studi terbaru yang dikeluarkan tahun 2016 kemarin bahkan mendapati bahwa penderita HIV yang minum obat sesuai anjuran takkan menulari pasangannya meski mereka berhubungan intim tanpa kondom.

3. HPV

HPV atau Human Papillomavirus seringkali disebut sebagai kutil kelamin. Namun faktanya, beberapa tipe HPV yang ganas seperti HPV-16 dan 18, bisa menimbulkan kanker rahim seperti yang dialami oleh almarhumah penyanyi dangdut, Julia Perez.

Walau setiap orang bisa mendapatkan vaksin untuk mencegah infeksi HPV, namun vaksin tersebut hanya mampu menangkal infeksi HPV jenis tertentu saja, biasanya tipe yang memicu kutil kelamin atau kanker. Namun untuk tipe HPV lain yang belum bisa dicegah oleh vaksin, maka itu masih bisa dengan bebas menyerang siapa saja.

Baca juga: 13 Fakta Tentang Vaksin HPV (Human Papilloma Virus)

Untungnya, ada hal-hal tertentu yang dapat dilakukan penderitanya untuk merawat gejalanya seperti dengan ‘membekukan’ kutilnya, mengubah pola makan, minum ramuan herbal, serta mengurangi stres. Dan walau belum ada obat-obatan medis yang dapat menyembuhkan infeksi HPV, namun sistem imun tubuh penderitanya bisa melakukan itu.

Jadi, jangan putus asa jika Anda didiagnosa positif mengidap HPV atau kutil kelamin karena rata-rata periode infeksi HPV antara 4-20 bulan saja, dan kebanyakan penderitanya bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2 tahun. HPV biasanya baru berkembang menjadi pra-kanker (kasus yang jarang terjadi) kalau imun tubuh tidak bisa membersihkan HPV dalam jangka waktu lama sehingga sel tubuh menjadi abnormal.

4. Gonore

Sayangnya, gonore yang sebelumnya digadang-gadang bisa disembuhkan, malah kini tak lagi demikian adanya. Hal ini dikarenakan penyakit ini telah kebal terhadap obat antibiotik yang ada. Jadi saat seseorang terkena gonore, maka bisa jadi ia sembuh, namun bisa juga tidak.

Gonore sendiri merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Meski tak semua orang pasti mengalami gejalanya, namun ciri-ciri gonore biasanya ditandai dengan keluarnya cairan kuning dari vagina disertai sensasi gatal, terbakar, atau kemerahan.

Pengidapnya juga bisa merasakan sakit saat buang air kecil atau waktu berhubungan intim. Oleh sebab itu, kalau sampai merasakan gejala yang disebutkan di atas, jangan tunda lagi untuk mendapatkan pengobatan berupa antibiotik dari dokter.

Baca juga: 8 Hal yang Harus Anda Tahu Tentang Gonore

5. Hepatitis A & B

Hepatitis merupakan virus yang menyerang organ hati (liver). Virus ini terdiri dari beberapa tipe: A, B, dan C. Kalau tubuh sampai terinfeksi salah satunya, maka fungsi liver takkan lagi normal atau maksimal sehingga tubuh rawan terserang berbagai penyakit. Bahkan, tak menutup kemungkinan juga kalau penderitanya bisa meninggal karena infeksi virus tersebut.

Meski belum ada obat yang dapat menyembuhkan Hepatitis A dan B, namun sudah ada vaksin untuk mencegahnya. Dan sama seperti HPV, sistem kekebalan tubuh manusia juga bisa menghilangkan keberadaan virus Hepatitis A dan B dalam waktu beberapa bulan setelah terjangkit.

Namun bagi mereka yang kurang beruntung sehingga tubuhnya tak berhasil menyingkirkan virus dalam waktu 6 bulan, maka ia berpotensi mengidap Hepatitis kronis. Bila seseorang mengidap infeksi Hepatitis B kronis, maka tidak ada obat yang bisa memperlambat virus untuk merusak liver.

Hingga kini, meski Hepatitis C juga belum ada obatnya, namun para ahli tetap bekerja keras untuk menemukannya. Jadi sepertinya ada kemungkinan kalau Hepatitis C bisa disembuhkan suatu hari nanti. Semoga saja!

 

Kesimpulannya, meski beberapa penyakit menular seksual di atas belum bisa disembuhkan, namun jangan putus asa dan membiarkannya sampai menghancurkan kehidupan Anda. Tetaplah jalani perawatan atau pengobatan sesuai saran dokter agar Anda bisa tetap menjalani kehidupan senormal mungkin.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.