5 Alasan Anda Perlu Lakukan Tes Penyakit Seksual

Tes laboratorium PMS merupakan salah satu jenis tes yang sebaiknya dilakukan setiap orang, ya paling tidak sekali seumur hidupnya. Lalu kira-kira apa alasannya? Mari kita simak bahasan berikut ini.

tes laboratorium pms

INI lho beberapa alasan mengapa Anda perlu melakukan tes PMS.

1. Karena mereka yang masih perawan/perjaka pun juga bisa terkena PMS

Hanya karena pasangan belum pernah berhubungan intim, bukan berarti kalau mereka pasti takkan terkena penyakit menular seksual (PMS). Faktanya, beberapa jenis PMS bisa menular melalui kontak kulit dengan kulit. Jenis PMS lainnya seperti herpes yang letaknya dalam mulut, bahkan bisa ditularkan dengan mudah melalui ciuman.

2. Untuk meminimalisir kesalahpahaman di masa depan

Yang namanya terlanjur menikah itu seringkali dapat disamakan dengan nasi yang sudah jadi bubur. Jika Anda memutuskan langsung menikah tanpa melakukan tes laboratorium PMS lebih dulu, maka kelak di kemudian hari bila Anda atau pasangan terkena PMS, maka itu bisa menimbulkan salah paham yang sebenarnya tak perlu terjadi. Anda bisa disangka (atau menyangka) pasangan telah berselingkuh, padahal mungkin nyatanya tidak demikian.

Sebab, bisa jadi PMS yang ditularkan (atau Anda tularkan pada) pasangan adalah akibat hubungan intim yang pernah dilakukan dengan mantan kekasih di masa lalu, yaitu sebelum menikah dulu. Atau bisa juga, Anda berdua sama-sama belum pernah berhubungan intim, namun tanpa sengaja salah satu pihak pernah mengadakan kontak fisik dengan penderita herpes (jenis PMS yang penularannya via kontak kulit dengan kulit).

Oleh sebab itu, guna meminimalisir terjadinya salah paham setelah menikah, pasangan sebaiknya melakukan tes laboratorium PMS lebih dulu.

Baca juga: 10 Mitos Tentang Risiko Penyakit Menular Seksual

3. Tak ada kata terlambat untuk menyelamatkan diri

Mereka yang sering melakukan seks bebas mungkin sempat berpikir demikian: ”Aku sudah melakukannya dengan banyak orang. Jadi kalau memang aku sudah terkena PMS, ya sudah. Mau apa lagi? Toh kalau sudah kena, kan terlambat juga untuk mencegahnya?”

Masalahnya sekarang, benarkah Anda pasti terkena PMS? Bagaimana jika belum? Bukankah lebih baik tetap memeriksakan diri dan melakukan upaya pencegahan kalau ternyata hasilnya nanti negatif? Karena kemungkinan terkena PMS belum tentu 100 persen, maka tak pernah ada kata terlambat untuk melakukan tes.

4. Untuk terbebas dari rasa khawatir berlebihan

Memang menakutkan kalau seseorang sampai didiagnosa positif menderita PMS. Namun yang lebih menakutkan dari itu sebenarnya adalah berada dalam rasa penasaran soal apakah Anda memang terkena atau tidak. Rasa penasaran, ketakutan, dan menduga-duga semacam ini bisa memicu stres berkepanjangan.

Daripada tinggal dalam ketidakpastian seperti ini, bukankah lebih baik kalau Anda mengakhiri kegalauan dengan melakukan tes PMS? Toh, menghindar takkan menyelesaikan masalah juga, apalagi faktanya, banyak orang kemudian merasa lega saat mendapati bahwa dirinya ternyata aman.

Pun jika hasilnya nanti tetap positif, bukankah ini merupakan kesempatan untuk mengobatinya sejak dini sebelum segala sesuatunya terlambat? Belum lagi, beberapa jenis PMS ternyata lebih mudah ditangani dan diobati kalau deteksinya semakin dini.

Baca juga: 10 Jenis Penyakit Menular Seksual yang Paling Banyak Ditemui

5. Sebagai bentuk menghargai diri sendiri dan pasangan

Alasan terakhir mengapa Anda perlu melakukan tes penyakit seksual adalah karena ingin menghargai diri sendiri dan pasangan. Bagaimanapun juga dalam hubungan, selalu diperlukan yang namanya kejujuran dan keterbukaan. Hal itu juga berlaku dalam hal kemungkinan terkena PMS ataukah tidak.

Seseorang yang mencintai pasangannya, pasti bersedia terbuka dan menjalani tes guna memastikan dirinya aman sehingga tak sampai menulari pasangannya. Apalagi PMS bukanlah penyakit yang bisa dengan mudahnya dideteksi melalui penampilan atau kebiasaan seseorang.

Anda mungkin sungkan untuk menggali terlalu dalam soal masa lalu pasangan. Karenanya, ketimbang meminta dirinya untuk tes sendirian, maka Anda bisa mengajaknya untuk menjalani tes bersama-sama. Selain lebih adil dan aman untuk kedua belah pihak, Anda juga takkan menyinggung siapapun, bukan?

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.

%d bloggers like this: