4 Tipe Orang yang Memerlukan Diet Tinggi Protein

Tips Sehat

Mungkin beberapa dari kita menambahkan bubuk protein dalam yogurt, oatmeal, smoothies dan membeli snack bar, serta bahkan menambahkan beberapa gram dalam pasta. Tapi, apakah kita perlu melakukannya?

diet protein adalah

BAGI sebagian dari kita, jawabannya adalah TIDAK. David Katz, MD, direktur Yale University Prevention Research Center, percaya bahwa kegemaran protein hanya untuk sebagian besar saja, seperti kegemaran lain, misalnya rendah lemak pada tahun 1980an dan rendah karbohidrat pada awal tahun 2000an.

Dan saat ini, diet protein adalah jawabannya. Pola makanan diet tersebut bergantung pada seberapa banyak protein yang diserap tubuh. Jadi, diet protein adalah diet yang tidak lagi berfokus pada jumlah karbo namun pada konsumsi protein yang dibutuhkan tubuh.

Faktanya, tubuh kita sudah mendapatkan banyak protein. Dietary Guidelines for Americans merekomendasikan antara 10 persen dan 35 persen dari kalori Anda setiap harinya berasal dari protein. Sekitar 46 gram protein setiap harinya atau sekitar 10 persen pada wanita dirasa cukup buntuk mencegah kekurangan.

Data CDC menunjukkan konsumsi protein setiap orang cenderung mendekati 16 persen. Namun, Katz mengakui beberapa jenis orang bisa mendapatkan keuntungan dari asupan protein yang lebih besar. Bagaimanapun, kita semua memiliki tubuh yang berbeda dengan kebutuhan nutrisi berbeda pada setiap individu, jadi tidak ada pedoman protein tunggal yang sesuai untuk semua.

Diet protein adalah salah satu pilihan diet yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi tubuh Anda. Jadi tidak perlu khawatir. Jika Anda mulai mengatur pola makan diet Anda sesuai dengan saran ahli nutrisi Anda, bersiaplah! Anda sedang dalam program menurunkan berat badan!

Berikut ini 4 tipe orang yang menurut Katz bisa mendapatkan keuntungan dari asupan protein yang lebih tinggi, yang berarti mendapatkan proporsi kalori yang lebih besar dari protein dan tidak hanya menumpuk protein tambahan ke dalam menu diet Anda.

1. Binaragawan

Jika Anda melakukan banyak latihan kebugaran atau latihan menahan beban, Anda akan merusak jaringan otot yang perlu diperbaiki dan dibangun kembali. “Protein adalah asam amino esensial yang merupakan blok bangunan protein tubuh kita sendiri, dan kita tidak dapat membuatnya; kita mendapatkannya dari makanan atau kita tidak akan mendapatkannya sama sekali,” Kats menjelaskan.

Pola makan diet bagi binaragawan adalah dengan mengonsumsi lebih banyak protein dari orang biasa karena tubuh butuh lebih banyak asam amino. “Jika Anda mencoba berusaha membentuk jaringan otot dan Anda tidak memiliki asupan asam amino, Anda tidak akan dapat membangun otot.”

Dia membandingkannya dengan usaha membangun rumah dengan hanya mengandalkan batu bata tanpa besi atau cukup kayu tapi terlalu banyak batu bata. “Konstruksi bangunan saja tidak akan terbentuk,” katanya. “Dan itu jelas merugikan.”

2. Orang yang Berat Badannya Mudah Naik

Ada sejumlah bukti yang masuk akal yang menunjukkan bahwa protein yang lebih tinggi, tergantung dari mana protein berasal, bisa dibantu dengan pemenuhan kalori rendah yang memberikan rasa kenyang. Ini dikarekan protein butuh waktu yang lebih lama untuk dicerna, memberikan rasa kenyang yang lebih lama.

Jadi, memang benar diet protein bagus untuk menguruskan badan. Dengan melakukan diet protein, pola makan diet menjaga gula darah kita tetap stabil, yang telah terbukti menurunkan keinginan untuk makan .

Selama berat badan menurun, Anda perlu lebih banyak protein untuk mencegah rasa lapar, meningkatkan rasa kenyang, dan meminimalisasi kehilangan kinerja otot, selama Anda melakukan beberapa aktivitas fisik.

Sebuah studi tahun 2014 di jurnal Obesity menyatakan bahwa mengonsumsi kacang-kacangan, buncis, atau kacang polong meningkatkan rasa kenyang danberpotensi memperbaiki manajemen berat badan. Dengan kata lain, bagi Anda yang rawan dengan kenaikan berat badan, lakukanlah diet protein untuk kurus.

Baca juga: 8 Penyebab Berat Badan Susah Turun

3. Orang yang Sangat Menyukai Makanan Manis, Berkarbohidrat, dan Tidak Sehat

Siapapun yang diet dengan model American diet (sebut saja: roti, pasta dan snacks) dapat memperoleh keuntungan dengan beralih ke pola makan diet yang lebih banyak mengandung protein berkualitas tinggi, seperti putih telur, ikan, dan daging tanpa lemak. “Jika Anda mendapatkan persentase kalori yang lebih tinggi dari protein, Anda mendapat asupan lain seperti gula dan karbohidrat yang lebih rendah,” kata Katz.

Dengan kata lain: “Lebih banyak tuna, lebih sedikit donat.” Dalam uji coba secara acak, orang-orang yang mengganti beberapa karbohidrat dengan protein sehat sebagai pola makan diet tenyata memiliki tekanan darah rendah dan kadar kolesterol LDL yang lebih rendah daripada orang dengandiet tinggi karbohidrat yang dinyatakan sehat. Jadi, diet protein adalah pilihan tepat bagi Anda yang bermasalah dengan diet karbo atau yang mempunyai riwayat diet yang buruk.

4. Orang Berusia 50 Tahun ke Atas

Mendapatkan lebih banyak protein akan sangat membantu ketika usia Anda lebih dari 50 tahun untuk memulihkan kehilangan otot karena penuaan. “Orang dewasa yang menua berisiko terkena sarkopenia, yakni kehilangan massa otot secara bertahap. Dengan pola makan diet protein, mereka akan mendapatkan keuntungan dari protein berkualitas tinggi dalam makanannya,” Katz mengatakan demikian.

Pada 2005, sebuah studi menemukan bahwa orang dewasa berusia 52 – 75 tahun yang melipatgandakan porsi protein hariannya lebih baik dalam membangun massa otot dan mempertahankannya. Bagi orang-orang di usia tersebut, yang sudah memiliki kadar kolesterol tinggi atau faktor risiko kardiovaskular, diet protein adalah dengan mengambil protein ekstra dari sumber non-hewani seperti biji-bijian, kacang-kacangan, dan ikan. Pola makan diet tersebut memiliki nutrisi bermanfaat lainnya, sehingga diet protein sangat cocok bagi mereka yang berusia lebih dari 50 tahun.

Baca juga: 6 Jenis Diet yang Mungkin Tidak Cocok untuk Anda

Ice cream lover. Knows everything about movies. Knows a little about everything else.

%d bloggers like this: