3 Penyebab Keputihan yang Paling Umum

Tips Sehat

Dengan mengetahui perbedaan penyebab keputihan berlebihan, kita bisa menanganinya dengan lebih mudah dan tepat sasaran. Yuk baca lebih lanjut supaya tahu apa saja jenis keputihan pada wanita itu.

penyebab keputihan

HINGGA kini, ada 3 penyebab keputihan berlebihan pada wanita. Mari simak penjelasan detilnya satu per satu:

Infeksi Ragi Vagina

Ragi merupakan salah satu penyebab keputihan paling umum. Setidaknya 3 dari 4 perempuan pernah mengalami infeksi vagina yang dipicu oleh jamur ini. Gejala jenis keputihan pada wanita tipe ini adalah:

  • Timbulnya rasa gatal
  • Keluarnya cairan putih kental yang sekilas mirip dengan tekstur keju cottage
  • Rasa sakit saat melakukan hubungan seks
  • Organ keintiman menjadi kemerahan dan terasa terbakar
  • Organ keintiman terasa sakit bahkan bengkak

Namun tak semua wanita pasti mengalami gejala yang disebutkan di atas. Beberapa wanita mungkin sering mengalaminya sehingga sudah terbiasa.

Namun, kalau Anda baru pertama kali menderita infeksi ragi vagina, segera temui dokter untuk diagnosa dan penanganan lebih lanjut. Jangan gegabah lalu berusaha mengobatinya sendiri karena bisa jadi, penyebabnya lebih buruk dari yang Anda duga.

Baca juga: Cara Alami Mengatasi Keputihan (Infeksi Ragi)

Trikomoniasis

Trikomoniasis sebenarnya merupakan infeksi yang ditularkan secara seksual. Namun untungnya, keputihan ini dapat diobati dengan mudah. Ketika seseorang terkena infeksi ini, ia mungkin takkan mengalami gejala apapun hingga 5-28 hari berikutnya.

Beberapa wanita malah tak merasakan gejala apapun, sementara lainnya mungkin mendapati adanya cairan kuning-kehijauan yang beraroma tak sedap keluar dari vaginanya. Gejala lain yang menyertai trikomoniasis adalah rasa sakit saat berhubungan intim atau buang air kecil, timbul sensasi gatal, hingga yang paling jarang adalah sakit pinggul.

Jika seseorang menduga dirinya terkena trikomoniasis, maka ia sebaiknya tidak melakukan hubungan seks sementara waktu hingga dinyatakan benar-benar sembuh. Hal ini sebagai upaya pencegahan agar pasangan tidak mengalami hal yang sama.

Bacterial vaginosis (BV)

Jenis keputihan yang terakhir ini merupakan penyebab paling umum dari keluarnya cairan vagina, khususnya pada wanita yang berada pada usia subur. Sebenarnya BV bukanlah infeksi. BV muncul saat jumlah bakteri di vagina mengalami peningkatan.

Meski belum diketahui secara pasti hal apa saja yang bisa membuat koloni bakteri di vagina bertambah pesat, namun beberapa faktor berikut dapat meningkatkan risikonya, yaitu:

  • Sering bergonta-ganti pasangan
  • Menyemprotkan air saat membersihkan vagina
  • Adanya alat kontrasepsi di vagina
  • Tidak memakai kondom saat berhubungan intim

Gejala BV yang paling umum adalah timbulnya bau amis dan cairan putih atau keabuan yang teksturnya berupa air atau foam.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.