3 Gaya Kelekatan dalam Relationship, Yang Manakah Anda?

Tips Cinta

Gaya relationship kita dengan orang tua atau pengasuh, khususnya semasa kecil dulu, ternyata sangat memengaruhi hubungan dengan pasangan saat ini. Agar lebih dekat dengan pasangan, coba kenali termasuk yang manakah gaya relationship Anda selama ini?

PADA dasarnya, gaya kelekatan dalam hubungan terbagi menjadi 3 jenis, yaitu aman, menghindar, serta cemas. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak masing-masing perbedaannya.

1. Gaya Kelekatan Aman

Anda yang tumbuh dalam lingkungan keluarga penuh kasih, besar kemungkinannya masuk dalam kelompok ini. Selalu memberikan rasa aman, kebutuhan terjamin, dan melimpah dengan kasih, gaya pengasuhan semacam ini membuat Anda nyaman kalau berdekatan dengan orang lain. Anda juga tak merasa was-was ketika harus mengutarakan isi hati dan kebutuhan.

Sejauh ini, tak ada masalah dengan hubungan percintaan Anda kalau pasangan juga termasuk dalam golongan yang sama. Namun masalah bisa muncul kalau Anda justru berhubungan dengan orang yang masuk golongan menghindar atau penuh cemas berikut ini.

2. Gaya Kelekatan Menghindar

Saat kecil dulu, mungkin Anda tak terlalu dekat dengan orang tua atau pengasuh. Entah karena sibuk atau alasan lainnya, mereka seakan-akan memasang jarak terhadap Anda. Ya, kadang mereka meluangkan waktu untuk Anda, namun seringkali Anda dibiarkan sendirian. Alhasil dari pengalaman tersebut, Anda pun bertumbuh menjadi pribadi mandiri yang lebih suka mengandalkan diri sendiri ketimbang orang lain.

Adakalanya, hubungan dekat dengan orang lain membuat Anda merasa ‘tercekik’ dan tidak bebas. Seolah-olah kebebasan Anda sedang terenggut, dan ini membuat Anda menarik diri saat pasangan justru ingin lebih mendekat. Anda juga lebih suka menghabiskan waktu sendirian, dan mungkin agak sukar untuk bersahabat baik dengan yang namanya komitmen.

Baca juga: Inilah Mengapa Anda Perlu Membuka Rahasia Kepada Si Dia

3. Gaya Kelekatan Cemas

Jarang diperhatikan dan kurang mendapat kasih sayang. Jika Anda mengalami kedua hal tersebut waktu kecil dulu, maka mungkin itulah yang menjadi alasan mengapa saat ini Anda bertumbuh menjadi pribadi yang haus akan kasih sayang.

Berkebalikan dengan gaya menghindar, Anda malah ingin selalu dekat dengan pasangan. Acapkali, Anda bahkan bertanya-tanya apakah pasangan benar-benar mencintai Anda. Atau, apakah Anda memang pantas dicintai?

Pemikiran semacam ini sering membuat Anda terus-menerus ragu dan mencari kepastian akan cintanya. Karena Anda haus perhatian, maka ini mungkin akan menyulitkan pasangan, apalagi kalau ternyata kekasih Anda termasuk golongan menghindar tadi.

Baca juga: 10 Tanda Pria Benar-benar Mencintai Anda

 

Setelah mengintip sejenak beberapa gaya di atas, Anda sedikit-banyak pasti sudah tahu termasuk kelompok manakah diri Anda. Pastinya, sudah terkuak juga alasan mengapa Anda sangat menghindari komitmen (kalau Anda termasuk tipe menghindar), atau sebaliknya sangat mendambakan kasih sayang (jenis gaya kelekatan cemas).

Ulasan di atas menyatakan, bahwa sebenarnya tidak ada yang salah pada diri Anda. Anda bukan orang aneh. Anda hanya korban salah asuh saja.

Pertanyaan pentingnya sekarang, apakah pengalaman masa kecil tersebut bisa ditangani agar tidak terus-menerus berimbas di masa depan, khususnya dalam hubungan percintaan? Walau sulit, namun untungnya Anda masih bisa melakukan sesuatu. Berikut beberapa cara yang bisa Anda coba:

  1. Kenali lebih dulu, termasuk gaya kelekatan manakah diri Anda dan pasangan. Ini merupakan langkah awal untuk melakukan perubahan.
  2. Setelah tahu, maka perhatikan apa yang Anda perlukan dan bagaimana perasaan Anda. Komunikasikan itu dengan pasangan agar ia mengerti. Jika perlu, minta ia membaca ulasan ini juga supaya ia lebih paham.
  3. Kenali apa kelemahan Anda, khususnya bila Anda masuk golongan menghindar atau cemas, dan tantanglah kelemahan tersebut. Contoh, bila Anda masuk kelompok menghindar, maka Anda perlu berupaya untuk membuka diri terhadap ekspresi kasih sayang dari pasangan. Cobalah untuk tidak mundur saat ia mendekat. Lawan rasa takut Anda. Begitu pula dengan Anda yang tergolong kelompok kelekatan cemas. Anda perlu belajar memercayai pasangan dan meyakinkan diri sendiri bahwa ia memang mencintai Anda (apalagi kalau ia sudah banyak berkorban buat Anda). Tangkis pemikiran kalau Anda tidak layak dicintai.
  4. Agar lebih dekat dengan pasangan, selalu komunikasikan apa yang menjadi kebutuhan dan harapan Anda soal hubungan yang sedang dijalani.
  5. Tetap rawat diri dengan baik. Anda sedang mengalami masa-masa sulit saat ini. Bagaimanapun juga, mengubah kebiasaan yang sudah mendarah daging sejak kecil tidaklah mudah. Jadi, jangan terlalu keras pada diri sendiri ataupun pasangan. Kalau hari ini gagal, maka masih ada hari esok untuk mencoba lagi.
  6. Lakukan hal-hal yang membuat Anda senang, seperti hobi atau lainnya. Carilah sesuatu yang membuat diri merasa berarti dan berharga.
  7. Kalau perlu, jangan segan menemui psikiater. Hilangkan konsep bahwa hanya orang stres yang boleh menemui mereka. Bila memang membutuhkan nasihat dari pakar untuk mengetahui apa yang harus dilakukan, mengapa tidak? Toh, hubungan cinta dan masa depan Anda yang sedang dipertaruhkan sekarang.
  8. Luangkan waktu untuk bergaul dengan orang-orang yang termasuk kelompok kelekatan aman. Dari mereka, Anda bisa belajar banyak tentang bagaimana bersikap dalam hubungan percintaan.

Kami berharap apa yang kami sampaikan di sini bisa memberikan pencerahan baru untuk Anda yang mungkin selama ini selalu gagal saat menjalin hubungan percintaan. Mungkin Anda termasuk kelompok aman yang ‘tak bermasalah’, namun bila pasangan yang Anda cintai termasuk golongan menghindar atau penuh kecemasan, maka biarlah tips cinta kali ini membantu Anda memahami mengapa mereka bersikap begini dan begitu. Semoga berhasil!

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.

%d bloggers like this: