3 Cara Menghitung Perkiraan Hari Kelahiran Bayi

Faktanya, banyak calon orang tua bingung bagaimana cara menghitung HPL yang akurat. Namun Anda tak perlu khawatir karena cara menghitung HPL yang akurat tidaklah sesulit yang dibayangkan! 

menghitung hpl yang akurat

SALAH satu alasan utama mengapa ibu hamil perlu tahu soal HPL (Hari Perkiraan Lahir) biasanya adalah agar ia dapat melakukan persiapan. Tak dapat disangkal kalau menjelang lahirnya buah hati, ada banyak persiapan yang perlu dilakukan, mulai dari mental, fisik dan kesehatan bumil, kebutuhan si bayi ketika ia lahir nanti, dana, dan lain sebagainya.

Untungnya di era modern seperti sekarang, ibu hamil bisa memanfaatkan berbagai macam cara untuk menghitung HPL, baik secara manual, online, atau dengan bantuan dokter. Beberapa di antaranya yang kerap dipakai adalah sebagai berikut:

1. Rumus Naegele & Parikh

Menurut dokter kandungan yang bernama Frans Karl Naegele, periode kehamilan biasanya berlangsung selama 266 hari, terhitung sejak pembuahan terjadi. Dokter yang hidup di abad 18 tersebut mengasumsikan rata-rata lamanya siklus haid seorang wanita adalah 28 hari, dan ovulasi biasanya terjadi di hari ke-14.

Oleh sebab itu, dokter berkebangsaan Jerman tersebut kemudian menciptakan rumus HPL yang kemudian dikenal dengan rumus Naegele. Untuk menggunakan rumus Naegele ini, Anda perlu mengingat kembali soal HPHT (hari pertama haid terakhir), karena rumusannya berpatokan pada tanggal tersebut.

Rumus Naegele:

Tahun tetap: ((HPHT + 9 bulan) + 7 hari) = HPL, atau

Tahun +1: ((HPHT + 7 hari) – 3 bulan) = HPL

Contoh: ((1 Januari 1996 + 7 hari) – 3 bulan)= Oktober 8, 1996 (tahunnya +1)

Akan tetapi, ibu juga perlu tahu bahwa rumus Naegele tersebut hanyalah perhitungan secara global saja. Faktanya, lahirnya sang buah hati juga sangat tergantung dari lamanya periode kehamilan.

Ada beberapa faktor yang bisa membuat kehamilan lebih lama atau sebaliknya, misalnya tak semua perempuan mengalami siklus datang bulan yang teratur (berovulasi di hari ke-14 atau memiliki siklus haid 28 hari). Kalau ini yang terjadi, maka ibu bisa menggunakan rumus Parikh, yakni HPHT + 9 bulan + (lama siklus haid – 21 hari) = HPL.

Hal lain yang tidak dipertimbangkan Naegele saat menciptakan rumusnya adalah masalah etnis, paritas (jumlah kehamilan yang berhasil lahir), pelayanan kesehatan untuk bumil, nutrisi, dan lain sebagainya.

Baca juga: Tips Mencegah Kelahiran Prematur

Sebuah studi yang memelajari rumus Naegele mendapati, ibu hamil dari ras Kaukasia (berkulit putih) yang baru pertama kali melahirkan harus menambahkan 15 hari dalam rumus tersebut, sedangkan mereka yang pernah memiliki anak sebelumnya hanya perlu menambahkan 10 hari saja.

Hasil penelitian ini juga membuktikan kalau wanita Asia dan Afrika-Amerika cenderung memiliki periode kehamilan yang lebih singkat. Walau tak sempurna 100%, namun hingga saat ini masih banyak ibu hamil yang menggunakan rumus Naegele ini untuk menghitung HPL.

2. USG

Selain menggunakan rumus Naegele, ibu hamil yang tak ingin repot biasanya akan menggunakan bantuan dokter melalui USG untuk mengetahui perkiraan hari kelahiran bayi. Agar hasilnya akurat, USG sebaiknya dilakukan saat usia kehamilan masih dini atau pada trimester pertama. Karena semakin tua usia kehamilan, hasilnya diperkirakan semakin jauh dari akurat.

Namun lagi-lagi cara ini tidaklah terjamin 100% akurat, mengingat ada banyak hal yang bisa mempercepat atau memperlambat proses persalinan, seperti kapan ibu pertama kali merasakan pergerakan janin, bagaimana denyut nadinya, serta tinggi fundusnya. Untuk itu tak ada salahnya kalau Anda tetap mempertimbangkan rentang waktu 2 minggu sebelum dan setelah hari H sebagai HPL.

3. Pregnancy Wheel

Alternatif lain menghitung HPL adalah dengan mengunduh aplikasi Pregnancy Wheel atau yang juga dikenal dengan istilah kalkulator kehamilan. Cara menghitung HPL online semacam ini tetap menggunakan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) sebagai tolok ukurnya. Selain dengan mengunduh Pregnancy Wheel, sekarang sudah banyak pula situs kehamilan yang menyertakan cara menghitung HPL online.

Baca juga: 5 Gejala Aneh yang Bisa Terjadi Saat Hamil

 

Pertanyaannya sekarang, dari ke-3 cara di atas, manakah kira-kira yang hasilnya paling akurat? Selain USG dini, cara menghitung perkiraan hari kelahiran bayi yang paling akurat adalah yang menggunakan tolok ukur HPHT atau hari ovulasi. Berarti, semua metode menghitung HPL sama-sama akurat.

 

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.