10 Pertanyaan Seputar Penyakit Menular Seksual yang Sering Ditanyakan Diam-Diam

Pada dasarnya, penyebab penyakit menular seksual memang adalah infeksi bakteri atau virus. Namun penyebab penyakit menular seksual tersebut biasanya baru menginfeksi orang lain melalui sebuah perantara. Nah bicara soal perantara, salah satu yang paling berpotensi adalah hubungan seks tanpa pengaman.

10 Pertanyaan Seputar Penyakit Menular Seksual yang Sering Ditanyakan Diam-Diam

AKTIVITAS berhubungan intim yang dilakukan atas dasar suka sama suka mungkin terasa menyenangkan pada mulanya. Lalu kemudian pasangan yang baru melakukannya mulai termenung gelisah karena memikirkan dampaknya. Sebab kini, risiko tertular penyakit menular seksual (PMS) mulai menjadi masalah yang dihadapi banyak pasangan.

Berikut ini kami himpunkan beberapa pertanyaan seputar penyakit menular seksual yang mungkin sering ditanyakan secara diam-diam.

1. Saya baru saja berhubungan intim tanpa pengaman, kira-kira bagaimana saya bisa tahu kalau saya kena PMS?

Jawaban paling mudah untuk pertanyaan pertama ini adalah, Anda (dan juga siapapun) baru bisa tahu (memang terjangkit PMS atau tidak) kalau sudah melakukan tes. Alasannya, kebanyakan PMS tidak menimbulkan gejala yang menyolok.

Dan yang mungkin perlu Anda ketahui sekarang adalah, kalau memang ada gejala PMS yang muncul, maka berapa lama Anda harus menunggu untuk melakukan pemeriksaan? Sebenarnya waktu pemeriksaannya beragam tergantung dari jenis PMS-nya. Tapi, supaya hasil tes akurat dan untuk alasan keamanan, Anda bisa periksa beberapa hari setelah gejala tersebut dirasakan.

Baca juga: 5 Alasan Anda Perlu Lakukan Tes Penyakit Seksual

2. Sungguhkah pasangan saya tidak tahu kalau ia mengidap herpes sebelum ia menularkannya pada saya?

“Saya baru divonis mengidap herpes oleh dokter. Dan pasangan sayalah yang ternyata menularkannya pada saya. Yang saya tidak habis pikir, ia mengaku tidak tahu kalau dirinya sakit herpes. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Ia pasti membohongi saya kan?!”

Ya, memang ada pasangan yang tega membohongi pasangannya. Namun faktanya, banyak juga orang yang memang tidak tahu kalau dirinya terinfeksi salah satu virus herpes. Ini dikarenakan infeksi virus tersebut seringkali tidak menimbulkan gejala. Dan dokter juga tidak akan melakukan tes darah untuk mendeteksi herpes, kecuali bila pasien yang memintanya.

Baca juga: Yakin Pasangan Anda Bebas dari Penyakit Menular Seksual?

3. Saya pernah berhubungan intim tanpa pengaman. Apakah sekarang belum terlambat untuk memakai kondom?

Persepsi keliru yang sering dipercayai banyak orang adalah, bila Anda berhubungan badan dengan penderita PMS, maka Anda pasti langsung tertular ketika pertama kali bercinta dengannya. Padahal hal ini tidak benar, sebab tidak selalu begitu keadaannya.

Oleh karenanya merekapun akhirnya berpikir: “Sudah terlambat, aku pasti sudah terkena juga sejak pertama kali berhubungan dengannya dulu. Maka, kini aku tidak perlu pakai pengaman lagi karena semua akan sia-sia.” Sekali lagi, pemikiran semacam ini tidaklah benar.

Memang lebih aman untuk menggunakan kondom setiap kali Anda berhubungan intim. Tapi bila ada momen dimana Anda lalai sekali saja, maka itu bukan berarti kalau semuanya sudah terlambat. Walau kemarin lupa pakai kondom, tapi ke depannya, Anda tetap perlu memakainya bila hendak berhubungan intim.

4. Ada cairan yang keluar dari penis saya, apakah ini artinya saya mengidap gonore?

Sebenarnya cairan yang keluar dari penis bisa jadi pertanda gejala PMS tipe apapun, tidak hanya gonore. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda memang kena PMS atau tidak, adalah dengan melakukan tes. Anda perlu menjalani tes laboratorium untuk tahu pasti apa penyebab penyakit menular seksual yang mungkin diidap.

Jangan takut ataupun malu untuk periksa, karena belakangan, metode yang populer digunakan adalah dengan tes urin atau darah, bukannya dengan mengambil sampel cairan yang keluar dari organ keintiman.

5. Apakah saya harus memberitahu pasangan kalau saya kena PMS?

Tentu saja Anda harus memberitahunya. Selain mencegah penularan, itu adalah tindakan yang benar dan juga baik untuk dilakukan. Lagipula, Anda bisa dituntut melakukan penipuan kalau sampai berbohong. Dan lagi kebohongan dapat dipastikan akan merusak hubungan dengan pasangan.

Baca juga: Cara Memberitahu Pasangan Jika Anda Punya Penyakit Menular Seksual

6. Adakah cara meminimalisir risiko PMS saat seks oral?

Sebagian besar orang tidak menganggap seks oral sebagai hubungan intim. Tapi pemikiran semacam ini tetap tidak menutup kemungkinan kalau seks oral pun bisa menularkan PMS. Oleh karena itu, tetaplah menggunakan pengaman, apakah itu kondom atau dental dam kapanpun Anda ingin melakukannya.

7. Karena tidak ada tes HPV untuk pria, jadi pria tak perlu khawatir terkena virus itu kan?

Salah besar! Walau pria tidak mungkin terkena kanker serviks, tapi bukan berarti mereka tidak berisiko terkena penyakit lain akibat virus ini. Pria masih mungkin terkena kutil kelamin atau kanker yang disebabkan oleh HPV. Hanya karena belum ada tes HPV untuk pria, bukan berarti itu tidak penting. Untungnya, walau tesnya belum ada, tapi vaksin HPV untuk pria sudah tersedia saat ini.

8. Benarkah saya tidak bisa tahu kalau saya kena PMS?

Faktanya, sangat mudah bagi seseorang untuk tidak menyadari bahwa dirinya sudah terinfeksi PMS. Hal ini dikarenakan tes PMS biasanya tidak termasuk dalam daftar check up tahunan.

Belum lagi, kebanyakan PMS tidak menunjukkan gejala berarti selama bertahun-tahun setelah infeksi pertama. Jadi, seperti yang tadi sudah disampaikan, satu-satunya jalan untuk tahu pasti apakah Anda memang kena PMS atau tidak adalah dengan melakukan tes khusus untuk PMS.

9. Pasangan mendadak kena PMS, tapi ia bersikukuh tidak berselingkuh. Apakah itu mungkin?

Ketika seseorang didiagnosa menderita PMS, maka pasangannya pasti berpikir kalau dirinya sedang dikhianati. “Bagaimana tidak selingkuh? Kamu sudah hidup bersama selama bertahun-tahun, dan tiba-tiba ia didiagnosa positif kena PMS. Dari mana datangnya penyakit itu kalau bukan dari selingkuhannya?”

Dalam kebanyakan kasus, memang benar begitulah keadaannya. Tapi, ada juga kemungkinan lain yang harus Anda pertimbangkan. Kalau sebelum menikah dulu, Anda berdua belum pernah tes, maka  bisa jadi pasangan mungkin sudah terinfeksi saat itu, hanya saja dirinya tidak merasakan gejala apapun. Dan Anda mungkin baru tertular sekarang meski sudah hidup dengannya selama bertahun-tahun.

10. Saya baru saja melakukan seks oral dengan pekerja seks komersial. Apakah saya pasti kena HIV?

Pertanyaan yang kebanyakan dilontarkan kaum pria itu mungkin muncul karena kepercayaan berikut:

  • HIV paling gampang ditularkan lewat seks oral.
  • Semua pekerja seks komersial pasti mengidap HIV.
  • PMS pasti langsung menular saat seseorang berhubungan intim.

Padahal, tidak ada pernyataan di atas yang benar. Meski begitu, Anda tetap diimbau untuk menggunakan pengaman saat berhubungan dengan pekerja seks komersial (entah secara vaginal ataupun oral). Lagipula, kalau Anda khawatir terkena HIV setelah seks oral, maka Anda perlu tahu kalau blow job hanya memiliki potensi yang relatif rendah untuk menularkannya. Lain halnya dengan jenis PMS lain seperti herpes, gonore, dan sifilis yang dapat menular dengan cepat melalui seks oral.

Itulah tadi beberapa pertanyaan seputar gejala PMS yang sering ditanyakan banyak orang secara sembunyi-sembunyi. Semoga apa yang sudah kami sampaikan bisa mengingatkan Anda soal pentingnya berhubungan intim secara aman.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.