10 Hal yang Mungkin Terjadi Jika Anda Berhenti Pakai Kontrasepsi

Berencana untuk berhenti minum pil KB atau memilih untuk tidak lagi menggunakan kontrasepsi yang Anda pakai? Setiap orang tentu memiliki haknya masing-masing dalam memilih dan memakai kontrasepsi. Akan tetapi, Anda harus mengetahui bahwa setiap keputusan tentu memiliki risiko tersendiri, termasuk saat memutuskan untuk berhenti memakai kontrasepsi.

lepas kontrasepsi

SEBELUM memutuskan untuk lepas kontrasepsi, kenali dulu 10 hal yang mungkin terjadi jika Anda berhenti menggunakan kontrasepsi berikut ini:

1. Risiko kehamilan

Kontrasepsi diciptakan untuk menunda kehamilan. Jika Anda berhenti minum pil KB atau melepas alat kontrasepsi yang sekarang digunakan, maka tidak ada lagi yang melindungi Anda dari kehamilan. Secara langsung, risiko kehamilan pun akan meningkat. Sudah siapkah Anda untuk memiliki momongan? Jika belum, pertimbangkan untuk tetap menggunakan kontrasepsi meskipun Anda memilih untuk berganti jenis kontrasepsi lainnya.

2. Tidak kunjung hamil

Ya, risiko dalam melepas kontrasepsi ada 2, yakni bisa langsung hamil tapi ada juga yang tidak kunjung hamil. Mungkin Anda dan pasangan berencana melepas kontrasepsi karena merasa sudah siap memiliki anak. Namun, kebanyakan wanita mulai berovulasi secara normal dalam waktu 1 – 2 bulan setelah melepas kontrasepsi. Jadi, jangan stres jika Anda tidak langsung hamil ketika melepas kontrasepsi.

3. Siklus menstruasi lebih pendek

Ada perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh Anda ketika memutuskan untuk berhenti menggunakan kontrasepsi. Perubahan hormon ini tentu akan memengaruhi siklus menstruasi Anda. Jangan kaget ketika siklus menstruasi jadi lebih pendek atau volume darah yang keluar jadi lebih sedikit. Pada umumnya, tubuh perlu waktu sekitar 2 – 3 bulan untuk membuat siklus haid Anda kembali normal.

4. Perbedaan siklus menstruasi secara permanen

Selain mengalami siklus menstruasi yang lebih pendek, Anda juga dapat memperoleh perbedaan siklus menstruasi secara permanen ketika memutuskan untuk lepas kontrasepsi. Umumnya, wanita akan merasakan volume pendarahan haid jadi lebih banyak dari sebelumnya. Kondisi ini mungkin terjadi lebih dari 3 bulan dan bersifat menstruasi. Jika Anda merasa tidak nyaman, segera konsultasi ke dokter untuk memperoleh solusi yang tepat.

Baca juga: Darah Menstruasi Lebih Sedikit dari Biasanya, Hamilkah?

5. Kehilangan hormon yang dapat mencegah kehamilan

Seperti yang kita ketahui, beberapa jenis kontrasepsi memang mengandung hormon untuk mengendalikan kehamilan. Ketika Anda melepaskan kontrasepsi yang digunakan, maka tak perlu waktu lama bagi tubuh Anda untuk membuang hormon-hormon pencegah kehamilan tersebut untuk keluar. Akan tetapi, tubuh Anda memerlukan waktu untuk menyesuaikan hormon lain di dalam tubuh agar dapat kembali berovulasi.

6. Suntik KB membutuhkan waktu 6 bulan untuk mengembalikan kesuburan

Apakah Anda adalah pengguna kontrasepsi kehamilan yang disuntikkan? Jika ya, maka Anda perlu waktu 6 bulan untuk mendapatkan kesuburan Anda kembali. Walaupun banyak dokter yang mengatakan bahwa tubuh akan kembali subur setelah 3 bulan menghentikan suntik KB, tapi Anda perlu menunggu 6 bulan untuk dapat hamil tanpa risiko keguguran dan lain-lain.

7. Gairah seks meningkat di tengah-tengah siklus haid

Gairah seks akan meningkat ketika terjadi lonjakan testosteron di sekitar masa ovulasi. Sementara itu, penggunaan kontrasepsi justru dapat menekan hormon-hormon yang dapat mempengaruhi birahi seseorang. Akibatnya, gairah seksual Anda juga menjadi lebih rendah ketika masih menggunakan kontrasepsi.

8. Perubahan terhadap lendir serviks

Semasa menggunakan kontrasepsi, mungkin keputihan Anda akan berwarna cokelat. Namun, ketika Anda berhenti minum pil KB, keputihan Anda jadi kembali normal dan tidak berwarna cokelat. Tak perlu khawatir jika sebagian besar dari Anda masih mengalami keputihan berwarna gelap setelah melepas kontrasepsi. Biasanya keputihan akan kembali normal dalam waktu beberapa bulan.

Baca juga: Ingin Stop Minum Pil KB? Ini 5 Langkahnya

9. Penyusutan terhadap ukuran payudara

Percaya atau tidak, kandungan hormon di dalam kontrasepsi yang Anda gunakan dapat memperbesar ukuran payudara Anda, lho. Hal ini bisa dialami oleh wanita yang menggunakan pil KB dengan kandungan estrogen di dalamnya. Akan tetapi, bila Anda berhenti mengonsumsi pil KB, maka ukuran payudara akan mengalami penyusutan, meskipun tidak terlalu signifikan.

10. Tidak datang bulan selama 3 bulan

Bila Anda tidak kunjung mendapatkan haid setelah 3 bulan lepas kontrasepsi, Anda harus segera kontrol ke dokter kandungan. Mengapa Anda harus segera konsultasi ke dokter? Karena jika kondisi Anda seperti itu, Anda berisiko mengalami sindrom ovarium polikistik atau masalah tiroid.

Pernahkah Anda merasa ingin lepas kontrasepsi hanya untuk memberikan “istirahat” pada tubuh Anda? Jika ya, perlu Anda ketahui bahwa tubuh tidak memerlukan “istirahat” ketika menggunakan kontrasepsi. Kecuali Anda dan pasangan memang ingin segera memperoleh momongan, maka tak ada salahnya jika Anda melepas kontrasepsi yang selama ini digunakan.

A day dreamer and a night thinker.